Saturday, November 29, 2014

Kebaikan selau berbalas kebaikan, selalu

Senin, 24 November 2014. Kelas kami dibagi menjadi 2 kelompok besar untuk tugas aransemen, di pelajaran Seni Budaya. Namun ada satu kejadian, temanku Selly tidak bergabung di grup LINE kelas, jadi ketika kami semua membahas tentang kostum, peralatan dan segala tetek bengeknya dia tidak tahu, dan tidak ada yang memberi tahu. Jadi ketika kami semua sudah memakai kostum, hanya dia yang tidak. Karena nya dia memilih keluar dari kelompoknya dan tampil sendiri saja. Yah daripada nilai kelompoknya berkurang hanya karena Selly kostumnya tidak kompak, lebih baik tampil sendiri. Well, aku no komen soal itu.

Setelah 2 kelompok besar nampil, kini giliran Selly. Ya syukurlah, dia menemukan beberapa volunteer yang berbaik hati. Aku, Handika, dan Fina membantunya. Aku sebagai vokal pengiring *hancur sih, wkwkwk*, Fina sebagai pemukul botol kaca dengan sendok *apasih sebutannya, hehe*, kemudian Handika sebagai pemain jimbe. Yahh kami baru latihan tidak sampai 20 menit sebelum grup buatan ini nampil, hanya 3 kali percobaan haha.

Ternyata, penampilanku di kelompok sebelumnya agak kurang, dan karena aku membantu Selly, ada nilai tambahan. Aku langsung berpikir, ternyata kebaikan kecil ini berbalas... Kalau aku tidak membantunya, mungkin nilaiku yang tadi kurang tetap kurang.

Subhanallah :D

narsis dulu : hunting



                                                               pantai melayu







                                                                  pantai tanjung pinggir

                                                                   city walk, nagoya


                                                           pekarangan masjid raya



                                                                     pantai ocarina

tanjung uma


                                                             jembatan golden prawn


                                                                        pantai dangas



                                                                     taman kolam





                                                                timbunan di tiban global

                                                                        blitz megaplex




                                                                      belakang padang

                                                                     pantai marina


                                                                      pantai melur




Thursday, November 27, 2014

TIPS MEMILIH LES BIMBEL

1. Pilih lah satu lembaga yang hanya fokus terhadap satu bidang, dan kamu bisa mantapin bidang tersebut disitu. Misal seperti tempat saya les *senggafa :D *, disitu hanya membahas tentang eksakta. Insya Allah ALL ABOUT eksakta yang saya minta ajari tuntas disitu, tanpa perlu mengulang kembali di luar les. Kemudian di luar les, saya fokus belajar pelajaran lain yang sifatnya hapalan, karena memang bagi saya yang kurang suka dan kurang pandai menghapal perlu dicicil sedkit demi sedikit.

2. Pilihlah kursus yang banyak shiftnya atau unlimited dan anytime, kayak tempat aku les. Disini kami terserah mau belajar apa, terserah kami mau datang jam berapa, dan terserah kami mau belajar berapa lama *kalo kurang dari 2 jam bisa kena marah sama pak bos, ntar beliau ngomelnya "dapet apa kamu cuma 1,5 jam? Mending gak usah dateng" hehe* dan gak perlu bayar tambahan lho. Bagus kan? Jadi bisa disesuaikan dengan jadwal kita.

3. Kalo bisa, di tempat bimbel kamu udah nyelesain tugas kamu disitu, dan kalo kamu kelas tiga ya yang ada Try Out nya, ntah per bulan atau per minggu, atau per KD.

4. Pilihlah yang sesuai dengan keuangan anda.

5. Pilihlah sesuai dengan metode yang sesuai dengan anda. Sebagian anak ada yang lebih mengerti dengan privat, ada yang rame2, ada yang lebih ngerti diajarin sama temennya, atau tergantung guru favoritnya hehe.

6. Pilihlah yang silabusnya jelas. Jangan kamu les yang disana punya modul sendiri, jadinya kamu belajar kurikulum mereka dan bisa aja kurang sesuai silabus atau kurikulum di sekolah.

7. Kalau bisa, tanyakan apakah sistem bayarnya harus langsung lunas atau boleh cicil di muka. Karena kalau bisa cicil, kamu bisa mencoba dulu apakah bimbel tersebut sudah sesuai dengan yang kamu mau atau belum. Kalau belum, kamu tinggal membayar uang cicilan pertama dan meninggalkan bimbel tersebut *kabur sih ceritanya, hahaha*

Saturday, November 22, 2014

masuk berita lagi weeeh :P

Alhamdulillah, makasih ya buat majalah Suara Islam yang udah nerbitin tulisanku, oh ya gak ada fees nya nih? :P

http://www.suara-islam.com/read/index/12218/Curahan-Hati-Seorang-Muslimah-yang-Berambisi#box_com

Curahan Hati Seorang Muslimah yang Berambisi

Ilustrasi
Aku sama seperti pemuda pemudi lainnya, banyak sekali mimpi yang aku gantungkan di langit setinggi-tingginya.
Aku sama seperti remaja remaji lainnya, ingin mencicipi semua rasa yang yang Allah
Azza wa Jalla teteskan di dunia fana ini.
Aku mempunyai banyak cita-cita tinggi, sama seperti yang lainnya.
Aku ingin jadi ahli kimia di perusahaan oil and gass, apalagi kepunyaan 
Amerika seperti Schlumbergsih atau Chevron. Aku ingin bersekolah di luar negeri,
tepatnya di benua amerika atau di negara-negara arab.
Aku ingin kuliah di universitas terfavorit di indonesia.
Aku ingin mengikuti berbagai ajang kepemudaan di nasional maupun internasional.
Aku ingin serba bisa, pintar di semua bidang, alias multitalented.
Aku ingin membuat novel di berbagai genre dan menjadi penulis...
Aku ingin keliling daerah wisata di Indonesia, aku ingin keliling dunia!
Aku ingin menghabiskan waktu bersama teman-temanku dari berbagai provinsi dan latar
belakang.
Oh! Sungguh! Aku ingin menikmati masa mudaku!
 
TAPI
Tiap aku berpikir jauh...
Aku teringat, seorang muslimah kodratnya adalah mengurusi rumah dan action di belakang.
Aku teringat bahwa, hal-hal tadi tidak akan menjadi cerita manis di hari tuaku kelak.
Aku teringat pepatah "jangan mati-matian mengerjar apa yang tidak kamu bawa mati".
Oh! Wahai!
Aku juga jadi teringat bahwa, sejatinya hidup ini adalah untuk menjadi orang yang
paling bermanfaat bagi sesamanya.
 
ADUH!
Aku harus bagaimana dong?
Sayang sekali kalau hal-hal tadi terlewatkan!
Masa remajaku mau dikemanakan?
Mau diapakan?
 
Aku merenung...
Eh, kok aku lupa?
"Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu" (Q.S
Adz-Zariyat : 59).
Mahluk di muka bumi ini diciptakan untuk menyembahNya.
Seharusnya semua yang kulakukan adalah bentuk pengabdianku terhadapNya.
 
Aku lupa, seharusnya aku bersyukur.
Aku hidup di negeri mayoritas muslim yang aman dan tentram, serta penuh toleransi.
Aku dikelilingi mereka yang tulus menyayangi dan mencintaiku karena Allah.
Aku hidup sehat tanpa penyakit berarti.
Aku berada diantara orang-orang yang membimbing dan membantuku menuju Jannah-Mu.
Karena hanya kepadaMu lah aku kembali. Sejauh-jauhnya, setinggi-tingginya aku
mengejar duniawi ini.
Karena sejatinya hidup hanyalah sepotong cerita singkat bagi mereka yang 
bahagia, atau sepotong cerita panjanh bagi mereka yanb bersedih.
Aku ingin mati. Mati dan mati. Tanpa harus masuk surga atau neraka.
Tapi disinilah aku telah diberi anugerah atas hidup ini.
 
Apalagi yang kurang?
Yang mana kata Nabi saw., hanya dengan shalat 5 waktu, shadaqoh harian, 
berpuasa, menjaga kehormatan diri dan taat pada suami (kelak), aku bisa 
masuk Syurga dari pintu mana saja yang kusuka.
Apalagi yang kurang?
Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yanb kau dustakan?
 
Lantas apa yang bisa kulakukan untuk mengisi masa remajaku agar bermanfaat, seru,
dan menjadi cerita manis di hari tuaku nanti?
Mari kita diskusikan lain waktu, kawan.
 
 
Meuthia Nabila P
Batam, 6 Oktober 2014

Sunday, November 16, 2014

masuk berita lagi lho *kampoang

http://www.dpr.go.id/id/berita/lain-lain/2014/mei/20/8030/parlemen-remaja-ditantang-selesaikan-ruu-kebudayaan

Parlemen Remaja Ditantang Selesaikan RUU Kebudayaan

20-May-2014


Sekretariat Jenderal DPR RI kembali menggelar kegiatan Parlemen Remaja 2014, agenda tahunan yang bertujuan memberi bekal dan pemahaman tentang kaparlemenan kepada generasi muda setingkat SMA/SMK/MA.
 
Para remaja yang berasal dari 34 provinsi ini belajar tentang tugas dan fungsi DPR, melakukan simulasi rapat dan ditantang menyelesaikan RUU Kebudayaan.

"Disini kalian bisa belajar menghayati bagaimana salah satu pilar negara DPR RI bekerja, nanti kalian juga mendapat tantangan dalam simulasi untuk bisa menyelesaikan RUU Kebudayaan yang saat ini sedang dibahas oleh Komisi X DPR," kata Sekjen DPR Winantuningtyastiti saat membuka secara resmi kegiatan Parlemen Remaja 2014, di Kopo, Jabar, Minggu (18/5/14).

Ia juga secara khusus memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara karena untuk pertama kalinya ajang ini diikuti oleh perwakilan remaja dari seluruh provinsi. Harapannya suluruh peserta yang telah melewati proses seleksi dari Tim Universitas Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin.

"Ini kesempatan emas untuk belajar demokrasi, berdebat dengan santun. Kalian juga bisa belajar memahami bagaimana berbagai kepentingan bisa disatukan termasuk diantaranya kepentingan daerah," ungkapnya.

Win begitu ia biasa dipanggil menambahkan antusiasme peserta dari sejumlah daerah untuk mengikuti agenda ini cukup besar sehingga patut dipertimbangkan secara berkala dilaksanakan dua kali dalam setahun. Disamping Parlemen Remaja saat ini telah digelar pula Parlemen Go to Campus untuk kalangan mahasiswa.

Pada bagian sesi tanya jawab Sekjen terperangah menyaksikan acungan tangan hampir seluruh peserta yang berjumlah total 136 orang. Deputi Bidang Perundang-undangan Johnson Rajagukguk yang menjadi moderator harus bekerja keras mengatur jalannya sesi ini.

Pertanyaan yang diajukan peserta juga sangat kritis diantaranya Muthia Nabila Pratiwi perwakilan dari Provinsi Kepri yang mengecam keras maraknya money politic dalam pemilu legislatif lalu. Sementara itu Kiki Asdianty siswa SMAN 1 Tidore Kepulauan Maluku Utara mengusulkan lebih baik jumlah anggota dewan dikurangi saja.

"Saya mengusulkan lebih baik jumlah anggota DPR dikurangi saja karena bagi masyarakat itu yang terpenting adalah kualitas kerja bukan banyaknya anggota," katanya lantang.

Pada bagian akhir sejumlah peserta meminta kesedian Sekjen untuk menandatangani buka panduan Parlemen Remaja 2014. "Saya kagum sama Sekjen DPR seorang perempuan, ini memotivasi saya siapa tahu nanti bisa jadi Sekjen juga," ujar Miranti Riska perwakilan Sumsel. (iky), foto : ibnur khaliq/parle/hr.

masuk berita lho *yauda sih

emang telat sih postingnya, tapi biarin lah yang penting eksis hahaha

http://www.uib.ac.id/news_detail/86/Ratusan+Muslimah+Padati+Aula+B+UIB

Ratusan Muslimah Padati Aula B UIB


Batam – Lembaga Dakwah Kampus Muslim Society Universitas Internasional Batam (LDK Musisy UIB) sukses menyelenggarakan Seminar “Cantik Dengan Hijabmu” sekaligus Grand Launching Buku Antologi Jilbab Pertama Mutahammisat pada Minggu (16/2), bertempat di Gedung Aula B Lt.1, Universitas Internasional Batam.
Mengusung tema Hijab, yang bertepatan dengan Hari Hijab Internasional 1 Februari, dan Hari Hijab Nasional 14 Februari, divisi akhwat LDK Musisy tidak menyia-nyiakan momentum ini untuk menebar semangat serta pesan positif pentingnya menutup aurat bagi muslimah. Sejak pukul 9.00 WIB, selasar gedung B UIB yang berada di kawasan Baloi-Sei.Ladi mulai dipadati peserta seminar yang berbalut pakaian kerudung dan jilbab yang berwarna-warni. Karpet merah terbentang menyambut 160 siswi sekolah menengah, mahasiswi, dan umum se-Kota Batam. Dengan background banner berisi kumpulan logo-logo UIB, Musisy dan Mutahammisat, peserta berpose untuk photoselfie bak acara bergengsi penganugerahan sekelas Hollywood. Selain itu, di sisi jalan menuju tempat utama acara, peserta disambut denganstanding banner berisi ajakan berhijab, stand bazaar asesoris muslimah, dan socmed corner tempat peserta menge-like FP Musisy serta bergabung di grup Mutahammisat.
Tepat pukul 09.30 WIB, acara dibuka dengan video berjudul Apapun Yang Terjadi, Kami Tetap Menutup-aurat (#AYTKTM) yang menceritakan kehidupan muslimah berbagai latar belakang dan profesi, namun keputusan menutup aurat tidak pernah menghalangi kesuksesan. Seminar kemudian dibawa dengan sangat asyik oleh ibu Dra. Hj. Herlini Amran, MA hingga berlangsung seru selama hampir enam puluh menit. Hal ini terbukti dari antusiasme peserta yang menanggapi pada sesi diskusi. Contoh-contoh nyata dalam kerudung dalam kehidupan sehari-hari, apa manfaat menggunakannya dan apa kemungkinan terburuk meninggalkannya, tidak hanya dipaparkan secara apik, namun mengena.Pemateri juga menjelaskan perbedaan kerudung/khimar (kain yang menutupi kepala), jilbab (penutup tubuh), dan hijab (pembatas), yang kadang sering diartikan sama. Tidak lupa sesekali beliau juga menyelipkan humor, dan doorprize untuk menarik perhatian peserta.
Tidak hanya seminar, agenda yang juga sangat disoroti di acara ini adalah Grand Launching Buku Antologi Jilbab Pertama Mutahammisat. Buku yang berjudul “Ini Aku dan Jilbabku” ini berisi kumpulan kisah nyata para penulismenggapai kesempurnaannya dalam berpakaian. Suka duka perjuangan dan pengorbanan untuk meraih hingga mempertahankannya bukanlah harga murah, karena dibayar dengan peluh dan air mata. Para penulis berasal dari keluarga besar akhwat UIB yang tergabung dalam Mutahammisat. Mutahammisat sendiri adalah nama divisi akhwat LDK Musisy yang berarti Perempuan-Perempuan yang Penuh Semangat.
“Materinya sangat bagus, penyampaiannya juga sangat baik. Tapi durasinya kurang panjang, terlalu sebentar sehingga materinya terasa kurang, seharusnya lebih lama tuh, kak”, ujar Meuthia, salah satu siswi SMA Negeri 1 Batam. Menanggapi ini, Mayang Bahtera Pertiwi dalam sambutannya selaku ketua panitia menyampaikan bahwa acara ini tidak berakhir di hari ini saja. Grup Facebook Mutahammisat tidak dibuat tanpa alasan, akan tetapi direncanakan sebagai tempat mempublikasikan dokumentasi acara, networking kader akhwat se-kota Batam, dan Biro Konsultasi Hijab, sebagai output dari seminar ini. Setelah kegiatan ini, diharapkan apabila ada kegiatan-kegiatan keakhwatan berikutnya dari rohis, remaja masjid, LDK, maupun komunitas umum lainnya, tidak akan kesulitan dalam pengumpulan massa, dan menjadi tempatsharing bagi muslimah yang baru akan berkerudung, ataupun yang ingin terus memperbaiki penampilannya. (Susan)

I'm a teen : GALAU

AKU GALAU!
1. Aku gak punya kesibukan dimana aku aktif disitu
2. Aku sangat malas beribadah sekarang
3. Aku merasa bukan wanita baik-baik
4. Aku sangat malas sekolah dan les sekarang
5. Aku gak punya prestasi di bidang akademik maupun non-akademik
6. Aku gak tau perkembangan dunia Islam dan masih sedikit ilmunya
7. Tidak tau apa minat dan bakatku
8. Tidak tau cara mengembangkan diri, dan aku merasa belum berkembang

Pembahasan ngawur
1.  Muslimah perpek itu muslimah yang punya sosial projek maupun science projek mengenai lingkungan di sekitarnya
2. Berprestasi, baik akademik maupun non akademik
3. Aktif dalam berbagai seminar, organisasi, workshop dan forum diskusi.
4. Shalihat, of course! Timbul inner beauty nya
5. Gaul dan jago IPTEK

Solusi
1. Gabung ke suatu organisasi atau forum
2. Nggak malas lagi. wahai... taati aturanNya dengan ikhlas.
3. rajin menuntut ilmu agama, beribadah, dan mengkaji Al-Qur'an dan Hadist
4. Ingatlah cita-cita double degreeku! Atau ingatlah Universitas Indonesia! Atau kuliah di UCLA!!
5. Belajar lebih giat untuk mendapat pretasi akademik sambil terus mengejar prestasi non akademik
6. Coba cari minat dengan tes minat dan bakat, dan coba geluti semua bidang

i'm a teen : who am i? dimana duniaku?



Akhir-akhir ini aku merasa duniaku menghilang. Entah, aku tidak tau apa yang bisa kubanggakan dan kujadikan sandaran. Aku sekarang sangat malas sekolah, padahal lingkunganku yang baru sangat kondusif. Aku lebih asyik dengan kegiatan sampai malas dengan urusan sekolah. Tapi aku tetap tidak punya kesibukan sendiri, layaknya Yulisa, Selly, dan kak Nolla. Mereka orang yang membuatku paling iri dan galau.

Yulisa sibuk dengan organisasi keagamaannya. Selly sibuk mengejar prestasi, penelitian, sosial projeknya. Kak Nolla sibuk dengan organisasi-organisasinya.
Aku? Aku hanya sibuk dengan sekolah, itupun malas-malasan. Tak tau lah kenapa... Aku semakin malas beribadah juga. Aku semakin malas belajar... Aku semakin tidak istiqomah. Aku hanya ingin santai, menikmati waktuku sendiri tanpa ada beban.

Aku mulai bingung, kemana aku bisa menemukan jati diriku? Kukira masa transi watakku sudah dilewati waktu SMP. Tapi ternyata aku belum menemukan siapa aku. Kemana? Bagaimana?
Tiap aku memposting mengenai kegiatanku, aku malu... Aku masih jauh di belakang Selly.
Tiap aku memposting tentang agama, aku amli, masih lebih buruk daripada Yulisa..
Aku juga malu belum sedewasa kak Nolla.
Aku serasa sok aktif, sok alim, sok dewasa.
Tiap aku melihat postingan dari teman-teman LDK, atau anak-anak yang aktif, aku minder.

Dimana duniaku?
Dimana kesibukanku?
Dimana aku bertumpu?
Dunia yang aku merasa bangga dengannya dan mengabdikan diri penuh dengannya.
Kesibukan yang membuatku senang dan kunikmati.
Tempat aku bertumpu, aku lupa dengan semua masalah tiap aku masuk ke dalam dunia itu.

Aku juga merasa belum jadi wanita baik-baik, aku minder...
Aku ingin cantik, shalihat, dan berprestasi...
Tapi bagaimana, siapa aku?
Aku terlalu malas dan pasif.

Disamping juga mereka di dukung orangtuanya untuk berkreasi dan berkespresi... Mereka bebas kemana pun. Lah aku? Boro-boro kendaraan, restu pun susah

16/9/14

i'm a teen : aku kenapa?



Inilah aku, yang memasuki usia remaja. Usia dengan tingkat pubertas paling tinggi biasanya. Di saat inilah... Aku mulai bertanya-tanya dan mencari jati diriku yang sebenarnya. Aku mulai mencari dimana duniaku. Saat inilah aku mulai membeli produk perawatan wajah dan tubuh. Aku mulai menyukai memakai perhiasan. Mulai senang memilih-milih jam tangan, tas, atau sepatu mahal. Mulai minta dibelikan pakaian dan khimar yang cantik. Bahkan saat inilah aku yang tak pernah minum kopi, mulai merasa keren setiap kali minum kopi.

Kau tau? Bahkan aku mulai liar. Aku senang berkeluyuran, pergi ke lapangan Engku Putri, Ocarina, piknik di pantai di minggu pagi, atau nongkrong dan menikmati bubur ayam sembari menyeruput kopi di Pasar Penuin, Jodoh, atau belakang DC Mall. Di siangnya mengunjungi masjid raya batam dan jabal arafah, cuma untuk melihat-lihat atau memotret diri di pemandangan sana. Sore hari ingin rasanya nongkrong, makan martabak cokelat dan susu milo di Tanjung Uma atau daerah Nagoya. Malam rasanya ingin nonton bioskop di Nagoya Hill. Aku mulai malas sekolah, malas belajar. Malas sangat! Tak peduli tentang besok! PR? Aku bahkan tak ingat kapan terakhir mengerjakan sendiri PR di rumah. Seingatku aku selalu mengerjakan PR di sekolah, itupun biasanya nyalin punya temen. Di rumah aku sepertinya sibuk nge-cek event atau menyiapkan untuk lomba. Event itu semacam pelarian buatku. Yaaa paling rajin sih cuma latihan soal di tempat les dan les bahasa inggris online. Itu saja palingan.

Jujur aku sedih. Aku selalu mengecewakan orangtuaku yang selalu mendukungku. Tapi susah rasanya kalau malas sudah menjalar. Aku kenapa???

Bahkan aku sudah mulai jarang sekali membaca atau minimal mendengarkan kajian islam...

Aku kenapa??

Setiap aku mengikuti pelajaran di sekolah... Aku selalu kesal dengan teman-teman yang dapat menjawab pertanyaan guru di kelas.
Akhirnya aku berjanji pada diriku, aku akan mulai rajin belajar.
Tapi?

Kupikir dengan menjawab atau bertanya sekali dalam satu pertemuan dan memperhatikan apa yang dijelaskan setidaknya cukup...

Aku kenapa??

Inikah yang kata orang masa transi watak? Ada yang bisa membantuku, tidak?

Saturday, November 15, 2014

weekend di rumah (lagi)

Dear, ini weekend (lagi). Aku sering mengutuk, kenapa tak pernah kita menghabiskan waktu bersama, setidaknya sekali saja, di weekend? Tak perlu lah malam minggu, karena di malam minggu sudah ada yang memacariku selain kau hahaha. Becandaaa, cuma kamu, sungguh. Siapa lagi? Tak ada yang segila kau, senekat kau, setulus kau.

Apa nak dilakukan kala weekend di rumah? Memantangi sosial media, baca buku? 24 jam itu kalah dibanding sejam berada di luar. Melihat bayangan memori-memori indah. Seolah melihat film lama. Membaca kembali skenario hidup kita dulu. Kenapa weekend? Karena katanya, weekend adalah hari balas dendam setelah hiruk pikuk seminggu ini. Kau dibebas tugaskan untuk weekend. Kau bisa melakukan apa saja kala weekend. Tanpa ada yang perlu dikejar, tanpa ada yang mengejar. Bebas melakukan apa saja dan menjadi ratu pemalas. Bagiku. Bagimu?

Tak tau lah aku mau ngapain. Bukan masalah jomblo atau berpacaran, toh kalaupun pacaran, harus hati-hati, harus jaga-jaga. Gak leluasa, lah ngapain? Untuk apa menjalin hubungan nan indah saat tau toh kita juga pasti berpisah ntar. Kau??? Hahaha, jelas kau berbeda. Seperti katamu, kita bukan pacaran kan? Kita serius kan? Haha. Kapan kita bisa menikmati weekend bersama ya, dear?


Kau tau apa yang paling membuatku kesal karena weekend di rumah? Aku disuruh mengerjakan tugas sekolah, aku disuruh bersih-bersih rumah. Aku tak suka mengerjakan pekerjaan kala waktunya santai. Bagaimana bisa kita disuruh bekerja setiap hari??? Karenanya aku memilih di dalam kamar sampai menjelang sore hari, menonton reality show, menonton film, mendengar dan membaca kajian, atau menulis apa saja. Tapi tak tau lah mau ngapain. Ntah bagaimana aku menikmati weekend ini, dear.

Banyak harapan yang aku rajut, harapan kecil-kecilan. Aku ingin travelling keliling Batam. Aku ingin mengunjungi pelosok-pelosok Kota ini. Aku ingin makan bubur ayam sambil menyeruput kopi di Pasar Jodoh, Pasar Penuin, Belakang DC Mall, atau daerah ramai mana lah yang mau kau ajak, sambil menikmati pemandangan, tentu saja. Aku suka suasana ramai, kau tau. Senang bisa melihat wajah-wajah segar dan bahagia orang yang bersama terkasihnya. Bahagia itu sederhana, seperti katamu. Aku ingin mencoba makanan baru yang belum pernah kucicipi di kota surga kuliner ini Aku mau menikmati pemandangan kota yang panas dan membosankan ini, tak banyak cita-cita yang bisa kurajut disini. Kota ini terlalu kecil. Aku ingin... Menikmati suasana baru, itu saja intinya. Atau kau mau membawaku ke pengajian? Haha.

Tak tau juga mau menulis apa, aku hanya kesal tak bisa menikmati weekend di luar rumah, atau setidaknya denganmu. Kau sibuk. Kau sibuk

Selamat menjalani aktifitasmu lah ya? Mungkin weekend kali ini aku hanya memantangi info event dan lomba, dan bertukar kabar dengan sahabat juga saudara. Sudah dulu ya?

amalan harian muslim dan muslimah

1. Memulai hari dengan niat yang benar untuk melakukan amal shalih.

2. Salu berdzikir ketika ke kamar mandi, membaca do'a dan dzikir bangun tidur juga ketika akan tidur, dll.

3. Membaca Al-Qur'an, kalo sempat ketika sedang break, targetkan membaca 5 lembar sehari.

4. Tunaikan shalat2 sunnah mulai dari dhuha, rawatib, witir sebelum tidur dan tahajud

5. Membiasakan membaca dzikir, mulai dari dzikir setelah shalat, dzikir pagi petang, dll.

6. Biasakan puasa sunnah minimal 3 hari setiap bulan

7. Biasakan bermuhasabah dan merenung kesalahan di hari yang kamu lalui

8. Tetap sempatkan diri unuk menuntut ilmu agama islam, minimal setengah jam atau sejam sehari. Masa' 24 jammu tidak bisa ambil sejam saja untuk belajar agama? :)

9, membaca surah al-kahf dan perbanyak shalawat di hari jum'at

10.biasakan shalat jama' ah tepat waktu

11. Rutin mengikuti kegiatan semacam liqo', mabit, dll.

Bagaimana pun juva, jiwa juga membutuhkan nutrisi agar tetap sehat. Bila tidak diberi makan yang bergizi, maka jiwa akan semakin kurus, kering, dan mati :)

Friday, November 14, 2014

cuma pingin kabur dari kenyataan

Ya Allah, aku ingin tidur pulas, bangun molor. Menikmati begadang bersama yang terkasih atau nonton film. Aku ingin mandi di siang hari. Di oagi harinya menyantap kopi, susu cokelat panas, dan roti isi daging asap, telur mata sapi dan sosis juga mayones dan keju sambil membaca novel atau bermain the sims 3 atau harvest moon sampai jam 12. Di siang hari mendengarkan kajian islam. Sungguh, menikmati hari bersama yang dicintai. Menjadi raja pemalas di rumah. Tiduran di kasur sepanjang hari.

Tapi bukan itu yang dilakukan seorang yang mendapat PMDK di universitas negeri favorit. Seperti ini hanya yang kuliah swasta di kota kota kecil. Tak perlu kerja keras.

Allah... aku ingin hidup enak. Tapi hidup enak bukan caranya orang sukses...

bantu hamba untu bisa beristiqomah, ya Allah. Karena setiap orang akan memetik benih yang dia tanam sendiri.

Diari Forum Pelajar Indonesia part 4

Tibalah saatnya Cultural Perfomancedi Blok M Square Jakarta! Tapi sayangnya tabletku waktu itu mati jadinya gak ada foto-foto deh, foto-fotonya di hape temen-temen :(

Biar langsung nampak serunya, yuk lihat video dokumentasi kami!


https://www.youtube.com/watch?v=zcTdriuDUow

terus tau gak sih, di video kedua itu... Aku loncat-loncat di depan kamera! OMG malunyaaaaaa.

Oh ya btw, selain cultural perfomance kami juga kedatangan 3 tamu pembicara. Yaittu gubernur Bengkulu yang narsis banget promosiin lajangnya hahaha! Gubernur bengkulu itu gubernur paling muda se indonesia, masih lajang :) masa' beliau bilang gini terus "siapa yang mau jadi ibu gubernur?" Hahaha, gokil deh paak.



Terus ada CEO... aduh! Apa ya namanya, pokoknya dia CEO perusahaan nirlaba gitu juga, yang anak2 sekolahan bisa mulai bisnis disini. fren cais lah dengernya hahaha. Terus ada siapa yaaa, aduh lupa -_- pokoknya orang hebat jugalah.
 Juga di akhir acara ada konser dari Kak Mentari sama Bang Husein, alumni FOR.

Tau gak sih, kami tuh heboh banget. Nyanyi dan joget2 sampai panggung sama lantai udah goyang gitu. Pokoknya heboh! Seriusan, Blok M Square heboh banget, bisa ditanya deh sama pengunjung yang dateng kesitu hari itu juga :)

Ini beberapa foto kami


Fai'z!

Well, iya, bajuku emang salah satu yang paling ribet ;D bajunya sih sama kayak di Parja, tapi kali ini lebih lengkap. Pake konde, pake 3 lapis mahkota, pake kerudung yang kayak buat orang nikahan itu waaah. Sampai-sampai pas kami chattingan, "masih inget sama aku gakk?" pada jawab gini "oh mutia yang kostumnya paling ribet itu kan?". -_-

Diari Forum Pelajar Indonesia 6 part 3

Menghindari mandi pake ngantri, aku pun bangun jam setengah 5 subuh dan mandi. Setelah mandi dan memakai seragam aku langsung tidur lagi hehehe. Dan siasat ini berhasil, aku bisa sarapan lebih pagi dan lebih santai tentunya hehe.

Kami pun menuju @america dan bertemu Dato' Sri Prof. Dr. Tahir pemilik Mayapada dan menerima nasihat-nasihat darinya. Daaan catatanku hilang! Aku jadi lupa dia nasihatin apa aja, padahal semua kenangan FOR ada dalam catatan itu :( kemudian kami bertemu dengan salah satu kedubes Amerika, dia memberi tips-tips untuk menjadi seorang diploma. 



                                                                         yaelahhh -_-

Setelahnya kami berjalan kaki menuju Bursa Efek Indonesia dan sebagian lagi menuju Microsoft yang kebetulan berada di depan Mall Pacific, kalo gak salah namanya. Jadi deketan lah.

Dan gedung BEI lumayan mewah sih menurutku haha.


ini dia nofandi, yang paling baik di FOR 6. yang udah nyiapin tempat dudukku, nyiapin makan dan minumku, aduh baik banget deh ahahah.

Setelah itu kami menuju Otoritas Jasa Keuangan, sebagian ke Bank Indonesia.




Daaan... Kami benar-benar memperbaiki gizi di gedung OJK, banyak kue, minuman, lauk, waduh! Enak-enak juga hahahah, sampe aku agak kekenyangan, gapapalah perut buncit, buat persediaan sampe malem nanti, canda kami sesama anak FOR hahaha. Sekalian di OJK, ummm gatau ya. kami tidur disana saat Petinggi OJK lagi ngasih materi huahaha *astaghfirullah*


                                            waduh senengnya bisa jadi narasumber di OJK :P

Setelah ke OJK, kami pun kembali ke wisma TMII dan focus group discussion lagi. Jeng, siap deh acara hari ini :)