Tuesday, November 29, 2016

Masa lalu adalah yang menjadikan dirimu seperti yang sekarang ini. Ntah itu menyakitkan atau menyenangkan.

Tapi apa kau menerima dirimu yang sekarang ini?

Dear my 22 years old self

-surat ini saya tulis ketika menjelang UN-

Apakabar? Bagaimana kuliahmu? Gimana mama, Ayah, masiki, Sama nenek? Adek gimana? Oh my, she's gonna be very pretty girl. She's still our lil' baby kan kak?

All I want to say is, Maaf aku gak wujudin sweet seventeen seperti orang lain. Maaf aku Jadi potret sweet seventeen yang gagal. Ranking terakhir, jerawatan, pendek. Yang paling bikin kau malu, mungkin karena aku sering ditertawakan orang dan gagal menjadi pribadi yang lebih baik.
Kau masih ingat kita waktu SMP? Yang polos, alay, tapi rajin ibadah, rajin belajar, apa adanya, pokoknya baik. Kita sama-sama merindukannya kan?

Entah kenapa, aku merusak masa-masa SMA. Maaf, maaf aku jadi sampah.
Karenanya aku berharap banyak sekali padamu. Aku berharap kau kuliah di universitas yang saat ini aku impikan, mentok-mentoknya telkom, ya? Apapun, dokter gigi, manajemen, apapun yang kau senangi.

Semoga kau bisa menikmati belajar, ya, kak. Semoga kau jauh lebih rajin dari sekarang. Semoga kau tidak malas ibadah seperti sekarang. Aku sangat menyesal telah jadi sombong, mengira aku bisa sendirian tanpaNya. Semoga kau bisa lebih berprestasi.
Jangan jadi aku. Yang malas, suka menunda-nunda, meremehkan, tidak berfikir panjang. Kita sudah mengalami banyak kesusahan, aku tau kau bijak. I know you'll make it.

Aku tau, aku percaya kau akan berhasil. Kau akan jadi orang. Kau akan jadi wanita yang cantik, pintar, rajin, dan baik. Kau akan berbuat sesuatu yang besar.
Be someone, kak.

At last, just don't depend on people too much. Kak, kau akan jadi seseorang. Yang seimbang antara sekolah dan karir, terutama rajin ibadah. Kita tau kita butuh Dia kan?

Kak, trust yourself.

Saturday, June 25, 2016

Review Tiger On My Bed

Holaa reader. Akhir-akhir ini saya sering ke toko buku Gramedia Batam. Dan, saya melihat banyak novel Christian Simamora dipajang di depan, di bagian best seller nya, dll. Makin sering saya ngeliat bukunya, makin penasaran saya (tata letak bukunya worked well di saya).

SO... Saya memutuskan buat ngeliat-liat review novel-novel om Christ. Banyak yang ngasih rating tinggi ternyata. Akhirnya... Berbekal harapan bakal menikmati cerita roman yang nggak picisan, seenggaknya ada nuansa baru dalam bacaan saya.

Cerita dikit ya. Saya akhirnya nyari nih novel di situs Bukabuku.com. Sebenernya awalnya sih pengen beli buku Freakonomics dan Apa Kata Socrates?. Karena nanggung, yaudah sekalian aja beli nih novel. Walau ujung-ujungnya dua buku barusan ternyata habis ;(

Jatuh lah pilihan saya ke novel Om CS yang judulnya paling seksi, haha. Tiger On My Bed. Huuu... *at least i'm not naive anyway, HAHA*.

Awalnya emang menduga apakah bakal ada konten dewasa, oh, atau mari lebih spesifik lagi. Alias vulgar. Secara nih novel diklaim sebagai novel dewasa. And what i'm expecting from novel dewasa itu ceritanya gak teenlit.

Okelah, ini dia sinopsisnya.

Talita masih belum bisa move on dari mantan tunangannya, Rizal, yang ternyata lebih mencintai seseorang yang harusnya membantu pernikahannya, sang wedding organizer. He left Talita, dan Talita pun jadi terpuruk. Melihat hal ini, dua sahabat Talita yaitu Fika dan Yana, menyarankan -atau lebih tepatnya, memaksa- Talita untuk menjalin hubungan one night stand. Sekedar pelampiasan dan peralihan nya dari Rizal. Akhirnya Talita dan pasangan reboundnya, Jai, menjalaninya walau sempat hampir gajadi. Makin seringnya mereka bertemu dan make out, mereka kemudian sama-sama yakin bahwa mereka jatuh cinta... Tapi... Apa benar ini cinta atau cuma nafsu? Sungguh mereka jatuh cinta pada pasangan rebound nya?

Klise? Yap, banget. Premisnya bener-bener gak seseksi judulnya. Tapi saya gak masalah dengan cerita klise, saya percaya om Christian Simamora bisa membuat cerita klise jadi beda, atau minimal, masih enjoyable. Mengingat, menulis kembali cerita klise jadi luar biasa memang tantangan yang sulit.

Novel ini habis saya baca dalam sehari. Bukan karena ceritanya yang ringan, singkat, dan bukunya tipis, tapi...

Arrrgghh..... Ternyata ekspektasi saya terlalu tinggi. Walau di klaim novel dewasa, i found it masih terlalu teenlit buat saya. All the mature content is : adegan seksnya. Saya kaget adegannya di jelaskan segitu jelasnya. Berkali-kali saya mengutuk diri "f*ck me! What the heck am i reading?" *Tapi tetep lanjut saya baca, sih, wkwkwk*. Guys,  buku porno dan buku vulgar itu beda.

Selebihnya, ceritanya ya gitu, masih porsinya anak-anak SMA lah. Ceritanya juga terasa agak dipaksakan. Tokoh-tokohnya mirip di novel Jacatra Secret. Gak berkaraker. Maksa. Pengembangan konflik juga terkesan maksa, dan flat banget. Penyelesaiannya terkesan 'heh, gini doang?'.

Saya gak merasa turut dalam cerita, saya gak dibuat simpatik dengan Talita atau Jai. Dan sayangnya, sayang seribu sayang, gak ada pendalaman cerita tentang papa Talita yang katanya bipolar itu, juga tidak ada pendalaman tentang masa lalu Jai yang bisa bikin kita lebih dekat dengan sosok mereka. Saya ngerasa saya cuma ngikutin ceritanya mereka, tanpa larut dalam cerita.

Oh Talita nya gini, oh Jai nya gitu, oh gitu ya. That's it.

It should be fun reading, karena ceritanya ringan (atau lempeng?) harusnya saya bisa menikmati bacaan ini. Tapi saya malah kebosenan.

Serius ini novel dewasa? Kok saya ngerasa novel Paper Town, atau By the Time You Read This I'll Be Dead lebih dewasa ya dibanding Tiger On My Bed?

However, saya salut sama riset mendalamnya Om Christian tentang pekerjaannya Talita. Saya jadi tau hal baru, tentang profesi appriser *betul tak nulisnya?*. Saya juga dimanjakan dengan deskripsi Om CS tentang fesyen. Gak nyangka aja cowok bisa banyak tau tentang fesyen haha. At this point, good job, om.

Over all, saya gak suka sama novel ini. :( Tapi walau pertama kali baca novel Om CS udah kecewa, saya masih optimis novel-novelnya yang lain bakal lebih dewasa, menarik, dan gak lempeng.

Rate : 2/ 10

tambahan : oh ya, di akhir buku ada teaser nya Meet Lame. Saya gak baca sih, udah keburu males haha. Dan ada bonus mainan bongkar pasang, hihi.

Friday, June 24, 2016

Buku yang Harus Saya Baca Sebelum Kuliah

Assalamualaikum sahabat... Wadawww gak kerasa ternyata saya udah tua, haha. Baru lulus SMA nih cuy! Saya menyadari saya bukan pribadi yang baik, or at least usaha saya untuk jadi ribadi yang baik belum maksimal. Liburan ini jadinya saya pake buat, well, baca buku yang bisa mengembangkan dan memperbaiki bagian diri saya yang geblek.

So, sebelum kuliah, saya bertekad baca buku-buku dibawah ini sebagai -salah satu- persiapan saya sebelum kuliah. Semoga work well!

1. Memorizing Like An Elephant

Saya orangnya pelupa, ceroboh, terrible banget deh pokoknya. Dan saya sangat lemah dalam hafalan. In the meantime, buku ini sepertinya punya cara antimainstream. So, gak dua kali saya mikir saya butuh buku ini.

2. Beasiswa 5 Benua

Biar kata saya gak kuliah di perguruan tinggi negeri, liat aja ntar eyke kuliah di luar negeri. :P

Berbekal cita-cita ini, saya pasti butuh banyak refrensi tentang kiat dapat beasiswa sekolah ke luar negeri, kalo gak beasiswa mesti jual rumah sama mobil juga kayaknya gak cukup deh. A Fuadi sendiri udah banyak banget dapet beasiswa, so, saya menaruh ekspektasi tinggi semoga buku ini bisa bantu saya banyak.

3. Fadhail A'mal

Bisa dibilang, buku ini buku yang paling mengubah hidup saya, dan paling banyak mengubah cara berfikir saya. Buku ini terbagi jadi 5 bagian, tentang keutamaan para sahabat, keutamaan shalat, keutamaan berpuasa, keutamaan membaca Al-Qur'an, dan keutamaan berdzikir. Ya walaupun masih ada yang dhaif sih di dalemnya. Bagian tang keutamaan para sahabat yang paling bikin saya nangis tersentuh, atau nangis karena malu pada diri saya sendiri karena tidak setabah para sahabat nabi seperti yang diceritakan di buku ini. Terakhir saya bacanya SD kelas 6, lama banget yak. Makanya saya sekarang udah ternodai imannya, haha. That's why i need this badly.

4. 7 Habits of Highly Effective People

Hmmm apa ya. Ya pastinya saya harus bisa lebih telaten dalam pekerjaan saya ke depannya. Buku-bukunya Stephen Covey banyak dijadikan refrensi orang kalo bikin buku motivasi. He's a maestro. Dan saya bertekad tidak hanya membaca satu buku Covey ini aja, tapi juga buku-bukunya yang lain!

5. Terapi Berpikir Positif

Sebenernya saya cuma cari buku yang membahas bagaimana cara menghipnotis diri sendiri, bagaimana cara mengubah paradigma alam bawah sadar, gitu-gitu. aya juga punya masalah dalam berbicara -semua orang yang kenal saya tau itu-, dan menurut saya mengatasinya adalah dengan bicara menghipnotis diri bahwa saya bisa bicara dengan lancar dan jelas. Tapi sejauh ini, well, sepertinya cuma buku ini yang ngebahas tentang yang itu. Saya punya masalah, setiap mau tidur, saya rasanya kebelet buang air kecil, padahal urin yang keluar sedikit sekali, atau malah gaada.

Yap, itu dia buku-buku yang harus saya baca sebelum mulai kuliah. Semoga waktunya cukup!


Dear...

Dear my ex : hey, apakabar? Wish could talk and meet you again, as old best friend.
Dear my love : you are the greatest thing i've ever had for this 4 years. Thank you for our adventures, love you so much, can't live without you.
Dear my parents : i love you, you gave me the best things for me. But please understand me and don't be lebay for silly little thing. No one likes that.
Dear siblings : i love you, but we know that we're not close, and it's been always awkward among us to talk about anything. i just hope that we can understand and try hard to do the best for each other.
Dear my ex-best friend : didnt have any. how could i?
Dear my high school : literally my worst lifetime. And no one knows how glad that i finally leave this school. The only good thing that i got from you is my best friends.
Dear my future husband : nothing, i just wish that it is my current lover.
Dear my future kids : i'm sorry for being a bad girl when i was a teen and have nothing for you to pride. I hope, you have your father's wisdom, and have my physic.

Monday, June 13, 2016

Esensi Benar

Kalau saya bilang suatu hal itu benar, dan orang-orang lain bilang itu salah, dan tidak ada tulisan yang gamblang mengatakan itu salah atau benar, jadi yang mana yang bener? Kata mereka atau saya?

Apakah kebenaran berdasarkan berapa banyak orang yang menerima atau bagaimana?

Siapa yang berkata benar?

Kemudian, misalnya ada seseorang yang punya sifat sombong, arogan dan cari perhatian. Tapi dia rajin, pintar, sopan, banyak teman yang menerimanya dan disukai guru. Apa artinya sifat sombong, arogan, dan caper kalau dia sudah diterima masyarakat?

Dimanakah esensi benar?

Apakah kebenaran itu tidak mutlak?

I Hate My Self

Boleh kah kita menyalahkan seseorang yang punya karakter jelek pada orang tersebut saja? Bolehkah kita menyalahkan lingkungan tempat ia tumbuh? Tapi bukankah semua orang punya sifat alami masing-masing?

Saya membenci diri saya sendiri, sebenarnya. Saya iri, melihat orang lain yang basicnya punya attitude bagus. Dia pintar, multitalenta, rajin dan rapih.

Saya sempat bertanya-tanya, darimana dia dapat attitude bagus seperti itu? Apakah lingkungan dia bersekolah yang kondusif? Atau karena memang punya orang tua yang sama-sama punya attitude bagus?

Ternyata, ayah dia seseorang yang sangat mementingkan akademik. Di sisi lain dia punya ibu yang lebih mementingkan pengembangan diri di luar akademik. Karena itu lah, -selain otaknya emang encer-, dia bisa seimbang antara sekolah dan kegiatan non-akademik. Keduanya bener-bener berjalan dengan baik. Well, dia bersekolah yang punya ekstrakurikuler bagus, aktif, punya fasilitas belajar yang memadai, dan guru yang niat dan jelas.

Saya mengidolakannya, cantik, pinter, baik, fashionable, feminim lagi. Oh! Siapa yang gak pingin seperti itu.

Diam-diam, saya coba mengikuti dia. Apa saja tentang dia. Saya coba mengikuti mode fesyen dia, sepatu, tas, baju, dll. Tapi oh, saya lupa saya bukan anak yang punya budget buanyak supaya bisa ngikutin fesyen dia. Setelah cari-cari pakaian dan aksesoris yang mirip dengan punya dia, i found it is pricey banget. Dan saya lupa, mana bisa saya ngikutin gaya dia. Dia gak berjilbab, jelas beda. Budget pun beda.

Saya coba ngikutin cara tertawa dia, bicara dia, bahan bacaan apa yang dia baca, dan lain-lain. Saya coba ikuti semua.

But well, ternyata kebanyakannya gagal.

Semakin saya coba menyerupai dia, semakin saya sadar dan menampar diri "but i'm not her anyway".

Dan dari situ, saya membenci diri saya.

Bukan nasib saya yang tak seberuntung dia yang saya sesalkan. Saya bersyukur atas apa yang saya punya. Tapi saya benci diri saya.

Saya jauh berkebalikan dari dia. Saya basically orang yang males. Saya jorok, berantakan, semua orang bilang "kau cewek tapi gak rapih?". Saya gak pandai artistik, wether ngedit foto, gaya berpakaian, nyanyi, gambar, pokoknya saya gak punya keindahan apapun. Saat melihat foto diri saya, saya malu karena gak punya pose bagus. Dan saya gak bisa menemukan, dimana letak daya tarik saya sebagai gadis?

Saya gak punya talent apa-apa. Saya bawaannya kalo ngomong itu ceplas ceplos, suara keras. Saya iri
 dengan teman-teman saya yang bicaranya halus, dan mereka gak pernah berkata hal-hal yang nyengit, when i do it accidentally. Seringkali saya gak sengaja mengucapkan sesuatu, malah bikin orang sebel atau ngetawain saya. Sialnya, saya gak tau saya salah dimana. And at the same time, saya bukan orang yang pendiam. Oh, alam semesta, apa sebaiknya aku menahan bicara saja?

Dan salah satu aib yang kerap bikin saya makin benci sama diri saya, semua orang tau ini. Kurangnya kemampuan saya dalam berbicara. Saya kalau ngomong suka kecepetan, tiap kata nyangkut-nyangkut. Artikulasi saya gak jelas.

Saya jengkel dengan diri saya yang teledor, lelet, telmi. Saya gak pintar, baik akademik maupun non. Dan Tuhan tau saya pernah mati2an belajar sampai gak tidur, dan kemampuan saya masih rata-rata. Saya suka telat faham dengan apa yang guru dan teman ajarkan. Bodohnya saya!

Dan pada akhirnya, kalau saya ditertawakan teman-teman saya, saya tidak bisa mengklaim mereka jahat. Saya memang pantas ditertawakan.

Saya bertanya-tanya, kenapa saya begini? Dan kenapa saya punya watak yang tidak selembut teman-teman saya? Banyak memang sifat saya yang diturunkan oleh orangtua saya. Tapi bolehkah saya menyalahkan mereka atas hal jelek yang mereka turunkan pada saya? Bolehkah saya iri dengan anak lain yang mewarisi semua hal baik dari orangtuanya?

No matter how i tried untuk memperbaikinya, sifat alami saya tetap sama.

Mungkin saya produk gagal.

Tapi apa alam semesta benar-benar pernah menciptakan suatu produk gagal? Kalau ya, saya yakin saya contohnya.

Being introvert, yang sialnya gak introvert banget, alias introvert cerewet bikin saya serba salah. Saya jadi takut bergaul... Saya takut kalau saya membaur, saya akan ditertawakan lagi -walau itu pantas-. Apakah saya sebaiknya membenamkan diri diantara buku-buku saya? Menyendiri saja hanya bersama Tuhan saya yang Maha Penyayang?

Sunday, June 5, 2016

Reviw Alpha Girl's Guide

Akhir-akhir ini, saya sering ke gramedia batam, niatnya sih mau nonton atau main game atau ngapain lah, tapi melipir-melipir dulu haha. Dan buku Alpha Girl jadi buku yang dipajang di pintu masuk Gramed.
Tapi saya gak pernah tertarik sama buku kecil dan tipis, apalagi yang sekedar best seller, booomig dan nge-trend. Saya malah lebih suka buku tebal haha *dasar aneh*.

Tapi suatu hari seorang sahabat saya habis dari Bandung (intensif SBMPTN di adcourse), pulang-pulang beli buku ini terus pas sleepover di rumah saya bawa ni buku. Penasaran lah, akhirnya saya baca buku ini. Nggak sampai habis sih, tapi saya baca bagian yang 'paling' menarik aja.

Buku ini keseluruhan berisi tanya jawab seputar permasalahan wanita umumnya -ya, umumnya-, dan bagaimana Alpha Gilrs mengatasinya menurut om Hnery Mampiring.



Suka dengan kemasannya yang imut dan youth banget, serasa masih anak SMA*udah lulus coooyy* kalo megang buku ini wkwk *18 tahun itu sudah tua, bro*. Ilustrasinya lucu-lucu, tulisannya readable dan unyu, cocok buat mata saya yang habis berkedut baca the clash of kings & madilog.

Gaya bahasanya ringan, kayak lagi ngomong sama adek sendiri *eh yang cuma jadi adek*. Tidak terkesan menggurui, ringan, tidak bertele-tele tapi jelas. Tipikal buku yang habis dalam sekali baca lah.

Tapi......

Saya pribadi gak masalah sebenernya, dengan bacaan yang kemasannya gak menarik, atau yang gak ada gambar sama sekali di dalamnya, atau kertasnya kertas koran, dengan satu halaman ada 300 kata. Selama isinya bikin penasaran, saya pasti baca.

Apalagi sebenarnya saya paling gak suka sama buku motivasi atau pengembangan diri. Tapi, toh, saya masih baca buku Blink, atau bukunya Stephen Covey, atau Napoleon Hill. Walaupun bahasanya agak membosankan, dan terkesan bertele-tele, tapi materinya nempel banget di otak.

Dan... Untungnya saya gak menaruh ekspektasi tinggi-tinggi.

Alpha Girl's memang membahas masalah seputar wanita, tapi pertanyaan yang diajukan menurut saya terlalu umum. Ya ada sih beberapa yang menarik, selebihnya menurut saya sudah banyak dibahas di internet, buku-buku lain. Malah, -bukan bermaksud membanding-bandingkan-, saya lebih suka Salon Kepribadian Muslimah by Asma Nadia, isinya mirip-mirip Alpha Girl's Guide, tapi isinya gak mainstream *setidaknya menurut saya*.
                      gambar dari google yaw, ini salah satu tanya jawab yang menarik buat saya


Bahkan, beberapa bagian di buku ini bikin saya mengerutkan dahi. Kayak misalnya, Alpha Girls itu kalo kerja jangan sering main hape, atau lelet, gitu-gitu. Atau, ada yang nanya, gimana ya cara nolak pacar yang minta foto nude atau ML? Atau, Alpha Girls yang berpacaran itu tidak boleh menjadikan pacaran mengganggu sekolah.

Hah? :/
              
Bisa dibilang, banyak hal yang sudah seringgg banget dibahas di artikel, atau majalah atau mana lah yang dibahas lagi di sini, dengan jawaban yang menurut saya -banyak banget- yang sama aja. Tanya jawab yang dibahas menurut saya terlalu umum, beberapa terkesan gak penting. Sehingga, saya gak banyak menemukan spesialnya buku ini dibanding buku-buku lain.

Lagipula, buku ini terlalu teenlit buat saya. Cocoknya dibaca untuk usia anak2 SMA sampai dibawah 23 *lah berapa usiaku?*. Dan cocok dibaca pas lagi penat aja.

SO....

Over all, all i like about this book cuman fisiknya yang cute dan youth banget. Tapi isi dan materinya? Gak banyak ngaruh ke saya.

Rate : 2,5/10

Saturday, June 4, 2016

Seandainya Reinkarnasi Ada

Seandainya reninkarnasi itu ada, kita akan hidup sebagai siapa di kehidupan selanjutnya?

Apakah kita akan hidup sebagai seseorang yang kita inginkan seperti itu?
Atau apakah kita akan hidup sebagai seseorang yang total berbeda sifat, asal, dan nasibnya?
Atau mungkin kita akan hidup sebagai mahluk lain selain manusia?
Atau...

Apakah kita akan hidup sebagai orang yang bernasib baik dan beruntung sebagai hasil dari perbuatan baik kita atau hidup susah dan menyedihkan akibat perbuatan tidak baik kita di kehidupan kita kini?

Kalau ya, lalu apakah kita tau perbuatan buruk kita di kehidupan sebelumnya? Apakah kita tau bahwa kita sedang diadili?

Kalau kita tidak tau, lantas what's the point?

Untungnya saya yakin, reinkarnasi itu tidak ada

Friday, June 3, 2016

Review Kisah Sang Penandai

Novel-novel Tere Liye adalah salah satu bacaan saya semasa SMA. Novel pertamanya yang saya baca, Rembulan Tenggelam di Wajahmu, mampu membawa saya larut dan membuat saya langsung jatuh cinta pada Tere Liye. Saya pun meneruskan dengan membaca novel-novel lain seperti Sunset Bersama Rosie, Kau aku dan sepucuk angpao merah, Bulan, Sekuel Negeri Para Bedebah, dan Kisah Sang Penandai.

Pertama saya penasaran dengan sinopsisnya yang -memang biasanya- singkat. Namun, saya tidak kunjung menemukan novelnya terjual di Gramedia Batam -saya masih belum berani beli online-. Jadilah saya penasaran, semakin penasaran dan ekspektasi pun semakin tumbuh tinggi.



Sampailah saya menemukannya -lewat situs online Bukukita.com-. Saya seneng banget dan langsung order, dengan ekspektasi sangat tinggi. Hari barang tersebut tiba, saya sempat terkejut melihat novelnya yang cukup -sangat- tipis dibanding novel-novel Tere Liye lainnya.

Baca lah saya...

Kisah ini dimulai dengan perpisahan. Jim, pemuda yatim piatu yang hanya punya kemampuan memainkan biola di acara-acara pernikahan di desanya. Sampai satu hari, saat dia sedang bekerja menghibur tamu undangan di acara pernikahan temannya, dia bertemu dengan cinta pertamanya, Nayla.

Benih-benih cinta tumbuh pesat diantara mereka, dan jadilah mereka sang pecinta. Namun Nay adalah putri bangsawan, dan Jim hanyalah pemuda miskin papa yang hidup sendiri. Sudah bisa ditebak, keduanya menjalin kisah cinta yang terlarang. Singkat kata, daripada menanggung siksa terpaksa menikah dengan pria selain Jim, Nay memilih mengakhiri hidupnya.

Jim yang kehilangan, menyesal karena telah menjadi pengecut, kemudian bertemu seorang absurd yang menamai dirinya Sang Penandai. Jim lalu diincar oleh pasukan pedang karena Nay yang dikira meninggal di tangan Jim. Sang Penandai menyuruh Jim untuk naik ke sebuah armada kapal dan bekerja disana. Untuk menemukan tanah harapan dan mengukir kisahnya sendiri...

Saya sangat menikmati penggambaran kehidupan di atas kapal yang di tulis om Tere. Lainnya, layaknya seorang penulis novel yang sudah profesional, saya berhasil dibuat simpatik dan merasakan sendiri perkembangan karakter Jim yang betapa pun berubah, hatinya tetap rapuh dan lemah. He is the best at this, ya. Om Tere penulis lokal terbaik menurut saya, dalam hal perkembangan karakter tokoh dan dalam hal membikin kita larut dalam cerita. Walau....

Klise? Ya sih, haha. Dan seperti biasa, Tere Liye selalu menanamkan nilai-nilai kehidupan yang dalem euy dan mampu membuat hal klise menjadi menarik, dan gak sekedar gitu doang.

Ya, over all saya menikmati novel ini. Dan hanya hal diatas yang membuat saya mampu melahap novel setebal 294 halaman ini dalam 5 hari (atau kurang, karena sambil baca novel Sycamore Row juga)

Namun... Taste petualangan Jim dan Pate tidak terasa. Bahkan saya tidak merasakan sensasi tegang tiap adegan pertarungan.

Seperti banyak di novel lain, selalu ada tokoh yang 'menjelma' sosok om Tere untuk jadi 'the wise one' yang sepanjang cerita akan memberi wejangan, walau tidak terlalu terlibat dalam jalannya cerita. Well, you know what i mean right? -misalnya, tokoh Pak Tua dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpao Merah, Oma dalam novel Sunset Bersama Rosie, atau si malaikat dalam novel Rebulan Tenggelam di Wajahmu-. Saya lagi-lagi tidak menyukai sosok the wise one tersebut, -masih- terkesan cuma numpang lewat buat ngasih nasehat.

Kemudian, seperti kebanyakan pembaca lain, saya merasa gak puas dengan penyelesaian cerita. Goal cerita yang mengajarkan kita untuk berdamai pada diri sendiri seperti kurang kena. Kenapa Jim tidak dibuat membuka hatinya pada wanita lain -yang jadi tokoh korban dalam membangun konflik di novel- setelah dia akhirnya ikhlas melepas Nayla? *Ups, spoiler :D *.


                               Lebih suka cover yang ini, lebih keren gimana gitu haha.

Pada akhirnya, saya seperti tidak mendapat konklusi, pantaskah kita melanjutkan hidup dengan cinta yang baru, setelah cinta yang lama meninggalkan kita untuk selama-lamanya?

In the end, bukannya novel ini terlalu childish buat saya -walopun iya sih, saya ngerasa sudah tua untuk bacaan ini-, tapi saya hanya menikmati novel ini, tidak sampai menyukainya. Dan... saya ngerasa kurang dapet pelajaran dari novel ini. Menurut saya, Sang Penandai hanyalah buku yang BOLEH lah dibaca pas waktu luang, atau kalau lagi gabut -boleh dibaca, bukan patut dibaca-

Rating saya 4,5/10.

Okelah, sekian review saya. Terimakasih dan see you next post!

Thursday, June 2, 2016

Review The Revenant (novel)




Saya adalah movfreak, jadi sekali lihat trailer film terbaru 2 jagoan ganteng Leonardo de Caprio dan Tom Hardy main film, apalagi bertema semacam viking gitu (tapi ini bukan viking, gatau deh namanya), langsung saja kepincut dan gak sabar nungguin filmnya. Apalagi The Revenant Leonardo de Caprio memenangkan piala oscar as the best actor, makin penasaran dong sama filmnya.

Awalnya saya gak tau film ini was inspired by the novel, sontak saya makin kesurupan dan ngebet pengen baca novelnya. Saya pun menaruh ekspektasi tinggi untuk merasa puas membaca novel ini.

Well ya, salahnya saya, saya lupa dengan embel-embel "inspired by" beda jauh sama"based on".

Bercerita tentang Kapten Henry dan rombongannya yang ditugaskan sebagai penjelajah untuk kepentingan perdagangan bulu. Hugh Glass adalah kepercayaan Kapten Henry, dan as we all know, tiba-tiba terjadi suatu musibah mengerikan. Glass yang sedang berjaga sendirian diterkam sebuah beruang grizzly, yang menyebabkannya luka parah di sekujur tubuh dan setengah sadar, sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan rombongan Kapten Henry. Mereka pun membopong Glass sepanjang perjalanan. Sadar bahwa hal itu akan melambatkan dan menghambat (-dan tetu membahayakan) penjelajahan mereka, Kapten Henry dengan berat hati memutuskan dua orang untuk tinggal bersama Glass, merawatnya semampu mereka, dan bila tiba waktunya bagi Glass, mereka menguburkan Glass dengan layak, dengan upah yang besar. Dua orang, Fitzgerald yang sebenarnya tidak bisa dipercaya dan Bridger yang masih terlalu muda dan rapuh mengajukan diri.

Hari dimana Glass mulai sadar, Fitzgerald -yang tidak sabar dengan kematian Glass- melihat segerombolan pasukan suku Ree yang memusuhi siapa pun orang asing. Fitzgerald memutuskan untuk meninggalkan Glass. Bridger awalnya keberatan, tapi mereka tidak punya pilihan lain yang lebih membahayakan dirinya.

Namun, yang salah, Fitzgerald pergi meninggalkan Glass yang terkapar dengan membawa senapan kesayangan Glass bahkan juga belati milik Glass yang seharusnya jadi alat pertahanan Glass.

Dan, Glass bertekad untuk membalas dendam.

Beda kan sama trailer? Ya, saya sempat bingung. Sepanjang membaca novel, saya menanti-nantikan adegan seru seperti yang tergambar pada trailer. Namun, cerita justru sangat amat datar sepanjang novel setebal 383 halaman ini. Saking datarnya, sampai-sampai hampir tidak terasa ada konflik. Bahkan di ending ketika Glass akhirnya bertatap muka dengan Fitzgerald -yang telah menjadi incarannya selama ini-, sayang sekali tidak ada klimaks dan penyelesaian yang "hah, gitu doang?".

Walau begitu, penggambaran dinginnya pegunungan Rocky sebagai latar cerita dan perjuangan Glass bertahan hidup sangat jelas, gamblang dan sangat imaginable.

Saya juga kagum dengan Michael Punke yang melakukan riset cukup mendalam dengan beberapa tokoh yang nyata dalam novel ini, kita dapat mengenal mereka dengan latar belakang yang secara rinci dipaparkan oleh Punke, tapi...

Saking terperincinya, sampai-sampai saya sering melewatkan bagian pengenalan tersebut. Seringkali menurut saya, pengenalannya terlalu detail dan tidak berpengaruh dalam bobot cerita. Begitu pun tokoh fiksi, Michael Punke mengenalkan kita pada tokoh -yang sebenarnya gak ada di kejadian nyata- dengan sangat rinci, walaupun sama sekali tidak mempengaruhi jalannya cerita. Which is sebenernya sangat disayangkan, dan ini satu hal yang membuat saya sering lelah dan bosan membaca The Revenant.

Pada akhirnya, ketika saya berharap banyak pada petualangan Hugh Glass yang legendaris, saya sering ditampar dengan kenyataan bahwa "ini novel fiksi bersejarah!". Tapi ketika saya membacanya sebagai novel sejarah, saya sering mendapati bagian yang tidak perlu hadir dalam novel.



Apakah Michael Punke membuat novel ini untuk mengenalkan kita kepada sang penjelajah yang melegenda Hugh Glass? Atau hanya ingin membuat cerita yang terinspirasi dari kisah Hugh Glass?

Over all, sayang saya sangat tidak menikmati dan menyukai novel ini, heu heu heu.

Rating saya 2,5/10.

Jelek banget ya ratingnya, duh maaf bagi yang gak setuju. Penilaian ini sebagian besar berdasarkan selera saya.

Filmnya? Walau alurnya lambat, tapi keren! Dan saya bersyukur filmnya hanya "inspired by", bukan "based on".

Well, xoxo

Tuesday, May 31, 2016

Review : the Game of Thrones

Oh well. Saya belum pernah baca most epic fantasy novel seperti Harry Potter, atau the Hobbit, atau the Lord of the Ring, atau Eragon, atau the Lost Hero. Jadi kala saya mulai baca novel oh sungguh tebal ini sempet... argh.

Seperti pembaca kebanyakan yang pada ngeluh soal banyak banget tokoh. Ditambah, om Martin kayak Agatha Christie yang seperti memaksa kita untuk menghafal nama-nama tokohnya, sebab di halaman lain pasti dia bakal muncul lagi, atau secara gak langsung dia turut jadi bagian penting dalam cerita. Oh, yasudahlah. Awalnya saya memang sempat bingung membedakan setiap tokoh penting (ada tujuh tokoh utama dalam cerita), dan saya juga sering bingung apa hubungan satu tokoh dengan tokoh lain. But well, lama-lama juga terbiasa sih hehe (setelah 200 halaman, :D ).

Awalnya saya juga sering ngeluh tentang betapa detail latar yang om Martin jelaskan disini, buat saya terkesan bertele-tele dan manjang-manjangin. Bahkan detail seperti siapa dan asal muasal seorang tokoh pembantu. Yap, tokoh pembantu aja dijelasin banget latarnya, apalagi tokoh-tokoh lain,, berikut detail tempat-tempat. Gak heran buku ini mempunyai tebal 948 halaman.

But after all, i enjoyed it ternyata.

Sinopsis? Sinopsisnya panjang banget euy, haha.

Singkatnya, Winterfell dan keluarga Eddard Stark sudah cukup bahagia menjalani kehidupan mereka yang damai dan sejahtera pasca perebutan kekuasaan Eddard dengan sahabatnya, Robert dari klan Baratheon. Namun semua berubah, things get chaos semenjak Ned dan Catelyn menerima kabar bahwa Jon Arryn (tangan kanan Robert, adik ipar Cat) telah meninggal, kuat dugaan dibunuh. Robert juga meminta Ned menjadi the next tangan kanan Robert. Konflik semakin tajam ketika Catelyn melaporkan telah terjadi usaha pembunuhan anaknya, Bran, yang diduga kuat pelakunya adalah Tyrion Lannister (adik ipar Robert). Jadi tugas Ned ada dua di King's Landing : menemukan sebab dan pelaku atas kematian Jon Arryn dan mencaritahu siapa yang hendak melenyapkan Bran anaknya.

Daaan cerita mulai berjalan dari sini...

Selain cerita yang kompleks, satu hal yang paling saya kagumi dari novel ini adalah karakter-karakternya yang kuat.

Walaupun di novel ini permainan tahtanya dan politiknya masih kurang, malah saya ngerasa novel pertama ini lebih seperti pengenalan tokoh-tokoh yang selama 6 seri ke depan akan memainkan perebutan takhta.

Tokoh-tokoh utama dalam cerita ini ada banyak juga, euy. Nih saya kasih liat silsilah keluarga semua tokoh utama disini haha.


Pertama kali saya lihat novel ini yah belum lama, awal tahun 2016 baru ada di gramedia Batam (fyi, toko buku lengkap di Batam cuman Gramedia disini, itu pun gak lengkap-lengkap amat). Sayang banget kan cuy, padahal udah terbit tahun 2015. Over all saya suka banget sih sama fisik buku ini (sebenernya saya gak masalah sih sama fisik, krn fisik gak nentuin bagus jeleknya isi buku), so classic. Appreciate sama covernya yang dipilih simpel aja, hanya gambar klan, dengan warna merah menyala. Gak banyak hiasan-hiasan di covernya, so simple dan classic. Udah gitu saya suka baca buku tebel yang kertasnya kertas koran, serasa artistik aja huehehe.

Yang paling bikin saya kecanduan baca GOT? Banyak!
1. Terjemahan.
Sepanjang saya baca GOT, saya sering ngomong dalam hati "gilak ini siapa yang nerjemahin sih?". Kenapa? Ini buku terjemahan terbaik yang pernah saya baca, dari segi khazanah kata nya, bahasanya yang sangatttt luwes, dan lain lain. Yap. Gak bohong, ini terjemahan terbaik yang pernah saya baca. Standing applause buat tim penerjemah The Game Of Thrones!

2. Ceritanya kompleks.
Banget! Rumit? Ya. Tapi apa bikin bingung dan bikin kewalahan? Nggak, malah ini yang bikin saya makin jatuh cinta sama GOT. Pantes aja menang Grammy Award dan jadi serial televisi terfavorit di HBO kan?

3. Penokohannya yang kuat.
Belum pernah saya baca novel yang karakternya sekuat ini, serius. Disini, seolah tidak ada yang benar-benar baik atau benar-benar buruk. Semua nya abu. Yang protagonis pun punya sisi munafik, atau sisi sombong, dan lainnya. Well, bahkan untuk seorang Tyrion. Ada yang tau Tyrion disini protagonis atau antagonis? Atau Cersei Lannister. Ya walaupun dia antagonis, tapi saya masih merasakan pusingnya Cersei punya anak segemes Joffrey. Iya, saya gemes sama Joffrey, gak bisa benci, tapi gak mungkin saya suka dengan dia.

Sebenarnya saya pingin baca novel ini alasannya satu : gak dibolehin sama ayah nonton filmnya. Well, if you know what i mean gahahah. Beli buku ini aja diem-diem, gak ketahuan sama ayah ;D

Saya gak nyaranin buat yang dibawah 18 tahun baca novel ini (walaupun saya baca pas masih 17 haha), karena materi dewasanya yang kadang bikin saya... geli sendiri. Kadang i found it too sadis. Iya emang sadis. Materi seks? Ya, kadang bikin saya dan temen ehem-ehem sendiri bacanya. *apasih*  *istighfar*


Dan... Rating buku dari adalah........ 9/10!

Yes! Gak nanggung-nanggung saya kasih nilai hampir sempurna, so epic!

Dan apakah saya akan membaca seri lanjutannya? Absolutely!

Monday, May 30, 2016

Review Jacatra Secret

Tahukah anda bahwa museum Fatahillah  (dulu stadhuis) memiliki luas tanah 13.000 meter persegi?

Tahukah anda jika pusat wilayah Menteng diputar 180 derajat, taman suropati menjadi simbol kepala baphomet (lucifer) dengan gedung bappenas sebagai otaknya?

Tahukah anda terdapat patung Hermes, dewa penulis kitab kabbalah yang memegang tongkat simbol persaudaraan di ujung utara jembatan harmoni?

Tahukah anda di depan tangga utama Stadhuis terdapat kotak yang terdiri dari 208 batu yang disusun 13 baris?

Tahukah anda bahwa bila simbol Mc.D di putar 90 derajat ke kiri akan menyerupai angka 13?

Tahukah anda bahwa monas adalah simbol the sacret sextum?

Tahukah anda bahwa lambang VOC dan freemasonry sesungguhnya berasal dari simbol hexagram?

Dan masih baaaanyakkkk banget fakta-fakta menarik dan amat mengejutkan yang dipaparkan dalam novel The Jacatra Secret. Sesuai tagline nya "misteri simbol satanic di jakarta".



Berikut sinopsisnya yang tertulis di belakang buku.



Cerita dibuka dengan adegan Prof. Sudrajat yang terbunuh di Museum Sejarah Jakarta, dengan petunjuk terakhir yaitu tulisan berdarah "as at dutch". Dari sinilah petualangan Dr. Grant dan Angelina yang cantik jelita (seperti yang sering kali ditegaskan dalam novel. Angelina itu cantik *gak penting*)

Semua materi tentang mister satanic jakarta dipaparkan dengan mudah dipahami dan menyenangkan. Bahkan setiap membaca novel ini saya serasa membaca pemaparan ala Dan Brown.

Tapi, yap. Sayangnya plot dalam cerita ini seperti mentah-mentah meniru The Da Vinci Code oleh Dan Brown. Tokoh-tokohnya pun AMAT tidak berkarakter. Pengisahan terasa sangat dipaksakan dan kaku. Dan saya acapkali geli dengan kisah cinta dalam novel ini (oh, oh, kenapa mesti begini romance nya sih?). Begitu juga beberapa sindiran Om Rizky terhadap aparat kepolisian dan kurangnya upaya pemerintah menjaga warisan sejarah yang dirasa kurang pas dalam novel ini.



Sehingga dengan kata lain, petualangan Jhon Grant dan teman-temannya hanya sebagai media om Rizky Ridyasmara untuk memaparkan fakta-fakta. But well, untungnya, semua kekurangan itu terbantu oleh hal ini. Walhasil buku ini tidak terasa seperti novel, tapi buku sejarah.


Rate? Fakta-fakta yang dijabarkan sungguh sangat mengasyikkan. Dengan baca buku ini saya bertambah pengetahuan amat banyak tanpa mengabaikan cerita yang menurut saya amat buruk.

Okedeh, rate saya....

7,5/10!



Apakah saya bakal baca buku-buku Om Rizky Ridyasmara lainnya lagi? Absolutely!

Mengakhiri review kali ini, saya akan menuliskan bagian terfavorit saya dalam buku ini. Syair Masonik berjudul the Builders.

Kulihat mereka meruntuhkan gedung,
Sekelompok manusia yang di kota yang sibuk;
Dengan gerak serempak dan sorak gembira,
Diayunkan balok dan dinding pun tak bersisa,
Kutanya pada Mandor "apakah mereka cekatan andaikan disewa untuk meraga?"
Dia tertawa dan menjawab, " ya, tidak, tentunya pekerja biasa pun dapat melakukan.
Aku dapat membongkar sehari dua
Yang pembangun diriku berjangka setahun."
Aku berpikir seraya menjauh,
Peran apa yang sekarang kupegang?
Apakah aku yang cermat?
Mengukur hidup dengan mistar dan siku?
Apalah dayaku mengikuti rencana cita,
Sabar melakukan yang terbaik yang kubisa?
Ataukah aku tukang bongkar di kota, 
Puas dengan hanya menghancurkan yang ada?


catatan gak penting banget : walopun saya yakin om Rizky sudah memaparkan sejarah di buku ini dengan bahasa paling ringan, bagi bocah ingusan seperti saya yang masih 17 tahun, saya mesti bolak balik baca ulang karena kurang tanggapnya otak saya yang tumpul ini haha.

Sunday, January 31, 2016

Wake Up Pretty! // Tips Tetap Cantik Bangun Tidur // before bed routine // What To Do Before Bed // Rutinitas Sebelum Tidur

Hey girls! Suka ngerasa jadi tarzan tiap bangun Tidur? Rambut acak-acakan, nafas bau, muka berminyak, dll? Is it normal? Can we prevent this? And who doesn't want to stay pretty setelah mimpi ketemu Lee Min Go *wut?*. Okelah, yuk ikutan before bed routine untuk tetap cantik setelah bangun tidur!

1. Bersihkan Wajah
Why? Karena seperti yang kamu tau tidur adalah saat kulit beregenerasi, Makanya kita butuh membersihkan kulit wajah supaya regenerasi dkk bisa lebih maksimal dan supaya bangun-bangun wajah gak berminyak!

Kalo aku sih jarang pake cleanser, aku langsung aja cuci muka biar lebih bersih.

2. Gosok gigi dan pakai mouthwash.
Seperti yang kamu tau, bau mulut setelah bangun Tidur adalah karena bakteri yang ada di dalam mulut selama Tidur. Mengatasinya tentu kita Harus membersihkan mulut dengan ekstra, salah Satu caranya ya pakai mouthwash.

Saya sendiri merasakan, Tidur setelah gosok gigi dan mouthwash, paginya mulut saya terasa kesat, bersih dan tidak bau!

Tips : supaya mulut lebih segar, Pakailah pasta gigi yang mengandung mint atau ada geek coolingnya. Dan supaya mulut gak kering, Pakailah moutwash yang herbal.

3. Mandi
Yahh Kalo saya sih mandi Sebelum Tidur hanya kalo besoknya libur atau di sekolah gaada ngapa2in dan pulang cepat. Well, Tidur dengan badan bersih bisa bikin lebih nyenyak dan tubuh lebih segar!

Tapi Kalo besoknya saya mesti aktifitas panas-panasan yaaa Harus mandi pagi hihi.

4. Hair Care
Keramas. It just saves time jadi gak perlu Keramas lagi sore besoknya. Bangunnya pun rambut terasa halus dan gak acak-acakan.

Tapi Kalo rambut masih bersih dan dirasa belum perlu keramas, pakai aja spray conditioner. Atau pakai hair nourish yang udah banyak dijual di pasaran.

5. Kepang Rambut
Sebenernya sebaiknya Tidur itu rambut gak diikat sih supaya bisa bernafas. Tapi supaya gak kusut, Kepang aja rambutmu longgar-longgar!

6. Nourish Skin
Pakailah krim malam, supaya malam wajahmu tetap lembab, dan krim malam berkhasiat menutrisi kulit jadinya pagi wajah akan lebih berseri dan bebas minyak!

Saat Tidur saya juga suka pakai pelembab, supaya kulit gak kerasa kering selama Tidur di ruangan ber AC. Paginya, kulit saya lebih halus!

7. Pakai Lip Balm
Setelah mouthwash, Apalagi Tidur di ruangan ber AC bibir pasti paling kerasa kering dibandingkan kulit. So.... Just don't forget to use lip balm karena paginya, bibir saya terlihat lebih, ummm ya lebih cantek lah pokoknya :v

8. Pakai deodorant.
Saya sendiri merasakan, mandi dan pakai deodorant Sebelum tidur, yang Biasanya pagi baju jadi bau, malah nggak sama sekali. Siapa yang gak mau bangun Tidur tetep wangi?

9. Minum Segelas Air Putih.
Stay hydrated, darling! Stay hydrated itu penting penting banget. Saya sendiri merasakan sejak Biasakan Minum cukup air putih, rasanya kulit saya lebih lembab. Tidur juga lebih nyenyak, dan kulit terasa lebih lembab selama Tidur walopun dalam ruangan ber AC. Just stay hydrated!

10. Improve Your Soul Healthy.
Maafkan semua orang, Maafkan dirimu sendiri. Buat afirmasi besok akan lebih Baik, dan kamu bersemangat untuk memulai hari baru. Bersyukur kepada Tuhan YME atas hari ini dan apapun yang akan terjadi besok.

Sebagai muslim, sebaiknya Tidur dengan wudhu. Sebelum Tidur juga solat witir dulu, baca Al-Mulk dan ikuti sunnah nabi SAW Sebelum Tidur seperti baca 2 ayat terakhir al Baqarah, ayat kursi, dll.

Karena kecantikan yang terpenting adalah kecantikan dan kesehatan jiwa, so, improve your soul healthy by doing and thinking positive. Smile to the world, and world will smile back to you <3

Okelah, sekian dulu, tarzan. Eh nggak lagi ya, haha. Semoga bermanfaat ya girls, so much love for youuu.

toodles, muuahh! :*

Unboxing Victoria Secret Make Up Set

Hai. Postingan singkat kali ini aku cuma mau review make up set Victoria Secret. Wisss, keren ya? Branded banget emang, aku cukup beruntung dapet 3 set nya GRATIS :D.

Jadi ceritanya, ayahku punya gudang barang2 elektronik di e-bay amerika. Trus pas mau dikirim, malah salah alamat dan ketukar. Jadi barangnya ayahku hoir kekirim ke alamat pembeli dari  meksiko, dan barang2 orang meksiko itu udah ke kirim ke rumahku. Akhirnya barang2 ayahku jadinya dikirim ke rumahku, tapi yang barang orang meksiko itu stay di rumahku. Kenapa? Karena orangnya gaada kabar, so kata eBay nya yaudalah buat ayahku aja.

Trus tau gak sih, barangnya itu bukan cuma VS make up set aja. Tapi ada Beberapa parfum branded ORI ukurannya besar. Contohnya Ferarri! Gila kan, ada hampir 10 parfum branded yang ukuran kecilnya aja udah hampir sejutaan. Serius. Terus ada jam tangan banyak bgt, wah beruntung sekali Kami :D

BACK TO THE TOPIC

As we might think, VS ini bagus banget dan mahal banget. Hmmm, gimana menurutku?


Ini kotaknya.


Nah bagian sin nih eye make up sama lipstik. Aku suka sih pilihan warna eye shadownya yang menurutku udah lengkap dan banyak.

tapi aku gak suka lipstiknya. Ya liat aja, warna nya gak natural gitu.


Ini bagian bedak sama blush on. Blush on nya tersedia 4 warna yang menurutku udah cukup lah. Tapi kok Kayaknya terlalu pink, ya? Do you think so?

Bedaknya ada 3 varian, as you can see. Dannn cuma yang tengah yang saya bilang bagus :D

Ada juga Beberapa make up tools. Tapi di gambar nggak semuanya ada.

1. Pensil Alis
Kurang handy, dan warnanya terlalu netral sih menurutku.



2. Eyeliner
Eyeliner nya pensil, yah gitu. Kurang handy...



3. Maskara
Maskaranya cepet banget kering, aku aja gak inget review maskara ini gimana karna dah keburu kering :3



4. Kuas Lipstik
.......seriously, I have to comment on this too?



5. Kuas Blush On
Kuasnya terlalu kecil sih, jadi mesti make berkali2 biar keliatan hasil blush on nya :D


Over all, saya gak puas sama make upset nya kecuali sama eye shadow nya :3

And now we know kalo brand itu belum tentu menjanjikan :3

Tuesday, January 26, 2016

How Stay Hydrate // Tips Minum Cukup Air //

Halo, semua. Apa sih itu hidrasi? Mungkin temen-temen seringnya denger kata "dehidrasi". Singkatnya, dehidrasi itu kalo cairan yang dikeluarkan tubuh (seperti keringat, urin, dll) lebih banyak dan gak seimbang dibanding pemasukan.

Apasih akibatnya dehidrasi? Waaahhh banyakkk banget, cari aja di google, males ngetik sayah :p.

Saya sendiri merasakan manfaatnya minum air cukup sejak bulan puasa lalu. Rasanya badan saya jadi lebih ringan dan segar, bibir saya lebih gak gampang pecah-pecah, saya juga lebih tidak cepat lelah *hanya lelah mengejarmu, bang*. And it's just the great way to flush the toxic in your body. Saya awalnya minum 7 gelas sehari. Lama-lama terbiasa jadi 8. Bahkan akhir-akhir ini bisa 9 dan kalau habis olahraga bisa 10 gelas sehari.

Masalahnya banyak dari kita malas mengonsumsi banyak air karena repot, terus males bolak balik ke WC, dan merasa gembung. Padahal minum 8 itu gak mesti sekali banyak, yang penting sering.

Nah,,, berikut beberapa tips antimainstream minum cukup air!

1. Saat lagi malas minum, makanlah makanan yang seret, yang bikin kamu haus dan pingin minum terus. :p

2. Makan buah yang banyak mengandung air, seperti semangka, sunkist, kelapa, dll.

3. Variasikan minumanmu! Salah satu cara yang paling ngetren itu infused water, saya sendiri paling suka masukin lemon ke dalam air dingin :) It's just so refreshing!

4. Olahraga. Ya, olahraga ringan saja, asal bisa bikin kamu haus!

5. Kasih target.  Saya sendiri minum satu gelas saat solat malam dan solat subuh. Satu gelas saat sarapan. 2 gelas sampai zuhur, dua gelas sampai pulang sekolah. Satu gelas saat makan malam. Dan satu gelas sebelum tidur.

6. Minum air dingin. Sebenernya gak boleh sih terlalu sering minum air dingin, tapi kalo kamu lagi males minum, ya gapapa. Karena air dingin saya rasa gak bakal bikin enek dan yahh, menyegarkan!

7. Keep a bottle or glass in your desk, bagpack, anywhere you can easily grab it!

8. Sesekali minumlah air dengan merk that you have interested with. Gatau kenapa, tiap saya beli botol minum yang beda, atau mahal, dll rasanya saya semangat buat habisin botol itu :D

Okelah, mungkin itu dulu saja tipsnya. Mulai lah sedikit sedikit dulu. Ada saran lain? Comment down below!

little note : banyak dari kita minum banyak sekali air habis olahraga berat. just don't! ini justru bahaya, karena tubuh just don't ready yet buat nerima banyak air, dan yah lain-lain hal.

Wednesday, January 13, 2016

My Workout Routine // Rutinitas OlahRagaku

Hai giuys! Sebagian dari kita mungkin ada yang males olahraga. Padahal, olahraga banyak banget manfaatnya, membentuk tubuh, flush toksin dalam tubuh, menstimulasi dan refresh otak, dan supaya tetap bugar.

Saya sendiri, fokus utama saya dalam olahraga buat mengencangkan bokong, ngecilin paha, datarin perut *haha*, dan nambah tinggi *karena saya cuma 150an cm, how sad*. Jadi... ini dia routine work out sayaaa...

1. Bersihin Muka
Wajah yang kotor bercampur dengan keringat? Nggak banget! Dan rasa bersih is great way to start activity! Minimal bilas muka, karena setelah olahraga saya akan cuci muka, makanya cukup bilas wajah.

2. Skipping
Biasanya 50x sehari, setiap bangun tidur, 2 hari sekali. Setelah skipping, saya langsung gak ngantuk lagi dan lebih bersemangat memulai hari!

3. Work Out
Saya workout hampir 30 menit setiap bangun tidur atau pulang sekolah, 2 hari sekali. Saya workout lihat dari channel youtube Bloglilates. Buat ya gitu tadi, yang saya sebutin di atas *malu nyebutin lagi*

3.Makan Banyak
Pernah suatu waktu, saya makan nasi hari sabtu sore, sedikit banget itupun makannya cepet2. Terus saya baru makan lagi besok siangnya, dan dikit banget. Sekali treadmill 15 menit (kecepatan 8,5), saya langsung pusing dan mual. Aaah harus simpen energi dulu!

4. Gym
Saya  nge gym cuma seminggu sekali sebelum berenang. Saya pakai semua alat yang ada di gym, kecuali burble. Soalnya takut aja nanti tangan saya gede :(
 Oh ya di gym saya minum enfused water, selain segar, it is tasty and great way to flush our toxic, rite?

5. Siap-Siap Berenang
Siap-siap berenang, setelah keringetan di gym, saya ngadem dulu di kamar mandinya *dasar gembel*. Pas keringet udah kering *apaan coba*, saya cuci muka, pake pelembab sebagai based supaya air kolam gak kena langsung ke kulit. Kadang kalo dirasa terik, saya pakai sun blok waterproof. Kadang yang SPF 50, kadang cuma 30. Karena yang SPF 50 suka bikin break out :(

6.Berenang
Biasanya saya berenang 30x putar, cuma gaya dada sama bebas sih haha.

7. Sauna
Saya masih gak tau sih manfaat sauna apa, haha, tapi ya ikut-ikutan ajalah haha.

8. Bersih-bersih!
Mandi, pake sabun scrub. Terus supaya rambut gak kusut, saya pake conditioner agak banyak dan sisir. Terus scrub muka, pake masker, cuci muka, pake pelembab daaan my phsyc exercise is done!

Semoga menginspirasi, dan memotivasi supaya terus bugar dan sehat ya. Kalau masih pemula, workout lah yang ringan saja, atau yaa permainan olahraga seperti badminton, basket, dll juga gapapa sih, kalo saya emang gak bisa main gitu2 haha.

Okedeh, sekian, semoga bermanfaat yaa, terimakasih!

How To Have the Best Year // Ways To Have a Good Start Into New Year // Jadikan Tahun 2016 Tahun Terbaikmu! // Memulai Tahun Baru // Welcome 2016! // Happy New Year

ps : artikel kali ini pakai bahasa inggris, soalnya saya masih bingung gimana nerjemahinnya. segera akan di terjemahkan

What's up guys? Welcome to 2016! And here are some tips for you, and for us to have the best year!

1. Keep a journal
It's just the good way to look back at this year, capture moment, how you felt of your life this year. I like using my journal as diary. I use it to document my travel, for example like train ticket, photos, etc. It's just the great way to spill out your tought on paper, good way to clear mind, and keep on track woth the goals

2. Goals
This two, not focus so much on your resolution, little things, but about the bigger picture and goals of your life time that could improve your self.

3. Breaking Down Bigger Picies!
So, starting small. I've seen a lot of people (including me) doing the new year stuck. You know, like working everyday, just going holiday coz you're so motivated and then drop the year. Start small, you know, if you wanna be able to ... one day. Start small and step by step. This up here is your goal, and if you want get the start you hould have a little achievement and succeses. That you can only reach by working on them each day, get a new habits like wake up earlier, little warm up just doing that, starting small and always becoming better

Now every goals are i wish you have a lot of strength and motivation, and you can do it. Because anything you setr mind up to, you can achieve and slay.

And also wherever your goals are don't get trouble of have fun.

My next tip will be set weekly goals. I found a week is the perfect time to add more routine, working bit harder, and improve. So weekly improvement are great step coz it's like the whole month if you try to working out for whole month. And i find weekly goals is way easier to achieve. Set up your goal on sunday over next week, and work out every day!

Hang it next to your bed, so you can direct see that. I like to hang it next yo my work desk, so when i've finished the goal, i can just take out the goal.

4. Minimize Your Stuff
 I feel like the new year is just the great way to get your things in order, have clean room again, organize your stuff, get rid of old things you don't use often, clothes you don't wear. For my own experience, when room is clean, it's way more motivated to study and to work,.

5. Set mind set to keep along with you
Not just in this year, but more general to make you be more positive.

My first tip is, no means to try again.
if it didn't work out for the first time, never give up.

Second tip is, wake up earlier.
I know this sound kinda like unrealistic, but for me person, i got way more productive, do more things!

Number three, is challenge your self.
This year, get out of your comfort zone, get challenges for your self. This is what really insteresting our self, life just get boring when you don't change anything and don't try anything.

Number four would be say yes more often.
Sometimes new things is cool, sometimes not. But at least we can still learn new things, see a lot more things can improve yourself!

No expectation, because when it's not like your expectation it'll just make you dissapointed, so just live in the moment and take this year day by day.

Thank you so much, make this your year! Go Slay 2016!

Sunday, January 10, 2016

Setahun Yang Lalu

Setahun yang lalu, saya seperti mayat hidup yang menjalani hari dengan kosong, tanpa faedah, sia-sia. Hanya sedikit resolusi 2015 yang saya penuhi.

Dear self, I'm sorry for being a jerk.

Setahun yang lalu, saya mengalami krisis kepercayaan diri paling parah. Bukan karena saya orangnya pesimis, tapi memang kenyataannya saya yang seperti sampah.

Di saat orang lain sudah belajar banyak materi UN, saya masih seupil. Yang saya pelajari setahun kemarin menghilang ntah kemana. Dasar bodoh, buang-buang duit orangtua.

Disaat orang lain punya prestasi, aku dial sampai berdebu di sudut rumah.

Di saat orang lain sibuk kukomentari sifatnya yang jelek, justru aku sendirian. Kalau pun Mereka tidak Baik, setidaknya Mereka punya teman. Kalau pun aku Baik, takkan ada yang menganggap serupa karena aku sendirian.

Dear self, I'm sorry for being suck.

Setahun yang lalu, aku lupa sibuk dengan apa. Yang kuingat, aku selalu menggerutu pada Tuhan Disaat aku sendiri menjauhiNya.

Allah... Maaf aku sudah terlalu jauh...

Setahun yang lalu, tak ada pencapaian apapun. Tak ada kawan baru. Tak ada hal yang lebih Baik.

Aku hanya merindukan diriku yang dulu,. Yang apa adanya, polos, jujur dan pekerja keras. Kemana aku yang dulu? Apa yang kulakukan sehingga aku tdk mengenal diriku sekarang?

Dear my 20 years self, I'm sorry for being nothing, for not being what you want. Jadilah yang spesial, kak. Dan jangan menyesali masa remajamu yang memalukan ini. Karena aku yakin, 20 tahun diriku akan jadi hebat dan tidak seperti sekarang...

Setahun yang lalu, berlalu tanpa nilai...

Monday, January 4, 2016

Girl`s Essentials Emergency Should Have In Carry On Purse // Barang Emergency Yang Harus Cewek Bawa Kemana-Mana // My Essential Emergency Kit

Assalamualaikum halo, cewek-cewek. Saya mau curhat sedikit, agak menjijaikan, yang gak kuat lambaikan tangan aja ya :p



Suatu hari waktu buka puasa di Sari Eko, saya makan beberapa anggur dan segelas jus. Mama saya udah bilang jangan, nanti mules. Tapi karena saya anak filosofi, saya kritis dan gak menerima omongan orang begitu saja *apa hubungannya pe a*, saya gak ngikutin kata mama. Betul ya, kalau emak udah bersabda, ikutin aja, kalo gak nanti kualat. Sehabis makan saya mules, dan gak kuat nahan BAB sampai rumah.

Segala puji bagi Allah tuhan semesta Alam, WC di musola sari eko itu bersih banget. Saya jadinya mempercayakan nasib untuk BAB darurat disitu *btw WC nya WC jongkok, you can guest what to do after take out your shit*. Air kerannya terlalu kencang, jadi muncrat terus CD saya basah. Dan...... Saya gak bawa apa-apa di tas saya. Gaada tisu antiseptik buat bersihin tangan dan ... (sebutkan sendiri). Gak ada pantyliner atau pembalut untuk menangani CD yang basah, gaada sanitizer

Cerita selanjutnya silahkan imajinasikan sendiri :V

Sejak saat itu saya trauma makan anggur sebelum makan makanan berat. Tapi yang lebih penting, emergency kit. So, berdasarkan cerita inspiratif di atas *hahah*, berikut saya rangkum beberapa essential emergency yang harus kamu bawa untuk menghindari kejadian saya itu.

1. Tisu Basah Antiseptik
Ya, saya rasa ini obliviously. Selain untuk ceb*k (gaada kah kata yang lebih halus?), juga membersihkan tangan setelah makan. Well, bukankah banyak tempat makan yang hanya menyediakan kobokan dan tidak ada wastafel untuk cuci tangan?

Lagipula, bagaimana pun juga tisu basah jauh lebih baik dan nyaman dibanding hand sanitizer. Banyak hand sanitizer yang mengandung alkohol ; lalu baunya yang tidak enak buat dibawa makan ; dan kita masih harus menunggu beberapa saat sebelum makan, karena ada bahannya yang masih menempel di kulit dan tidak sehat kalau kena makanan.

So, ya, tisu basah harus punya.

2. Pantyliner atau pembalut
Girls, ukhti, pasti ada saatnya CD bakalan lembab. Selain faktor kesehatan V mu, juga kadang ada hujan lebat *what the..* tiba2 terus basahin CD kita. Atau air mancur di toilet duduknya muncrat, atau yahhh apapun itu, yang bikin CD basah. So, Pantyliner is your life saver. Dan tidak ada salahnya bawa pembalut, karena kadang si tamu itu datang tiba2 di saat gak terduga, dan pembalut lebih ampuh menjaga CD tetap kering dibanding Pantyliner.

So, bawa lah kedua nya.

Tapi sekarang udah ada Pantyliner yang tebal namun tidak terasa tebal. Panjang, mirip pembalut. Contohnya Anion, this is such a perfect Pantyliner you should have!

3. Tisu
Buat ngelap *yaiyalah*. Some how little things can ruin your day ; sudden stain, atau meler, atau tiba-tiba ada ketumpahan, just, you know what to do with tissues, i dont have to explain it more. It's just life saver!

4. Hand sanitizer
Ya, kadang hanya dengan tisu basah rasanya gak terlalu bersih dan wangi. So that's why we need hand sanitizer. Saya lagi suka banget sama Nuvo, yang warna merah jambu. Wanginya enak!

5. Kantong
Kadang di toilet gaada tong sampahnya, bo', jadi yaa buat jaga-jaga aja untuk buang bekas pembalut, or Pantyliner, dll. You know what i mean.

6. Sabun cuci tangan
Haha, sebenarnya harusnya ini di urutan nomor satu, tapi adanya sabun sangat memenuhi space di dalam kit nya, dan somehow tisu basah dan hand sanitizer udah memenuhi kebutuhan sabun cuci tangan sih. Tapi, kalau space dalam kit kamu masih luas, yaa bawa aja.

7. Pena
Yah gaada hubungannya sih pena dengan cerita di atas, tapi seringkali tiba2 kita harus menulis sesuatu dan gaada pena. Iya kan? Jadi yah, bawa aja yang ukuran kecil dan handy!

8. Peniti
Bagi hijaber, peniti udah jadi kawan hidup. Pasti ada sewaktu-waktu kancing baju copot, resleting gak bisa ditutup, jarum pentul lepas, khimarnya kelonggaran, dll. Peniti selalu jadi pertolongan pertama di dunia perbajuan, so, ya!

9. Iket Rambut
Ummm walopun emang sebelum keluar rumah pasti iket rambut dulu, tapi kan bisa aja tiba-tiba lepas di tengah jalan *wut?*. Pokoknya yaaa... ya gitu deh, *udah gak tau mau ngomong apalagi*

Okedeh, ladies, itu minimal essential emergency yang harus kamu punya untuk mengatasi kejadian seperti saya itu *semoga nggak deh*. Kebutuhan kita mungkin beda, ada saran lagi? Comment down below!

Okelah, sekian dulu, semoga bermanfaat yaa. Terimakasih!