Tuesday, November 29, 2016

Masa lalu adalah yang menjadikan dirimu seperti yang sekarang ini. Ntah itu menyakitkan atau menyenangkan.

Tapi apa kau menerima dirimu yang sekarang ini?

Dear my 22 years old self

-surat ini saya tulis ketika menjelang UN-

Apakabar? Bagaimana kuliahmu? Gimana mama, Ayah, masiki, Sama nenek? Adek gimana? Oh my, she's gonna be very pretty girl. She's still our lil' baby kan kak?

All I want to say is, Maaf aku gak wujudin sweet seventeen seperti orang lain. Maaf aku Jadi potret sweet seventeen yang gagal. Ranking terakhir, jerawatan, pendek. Yang paling bikin kau malu, mungkin karena aku sering ditertawakan orang dan gagal menjadi pribadi yang lebih baik.
Kau masih ingat kita waktu SMP? Yang polos, alay, tapi rajin ibadah, rajin belajar, apa adanya, pokoknya baik. Kita sama-sama merindukannya kan?

Entah kenapa, aku merusak masa-masa SMA. Maaf, maaf aku jadi sampah.
Karenanya aku berharap banyak sekali padamu. Aku berharap kau kuliah di universitas yang saat ini aku impikan, mentok-mentoknya telkom, ya? Apapun, dokter gigi, manajemen, apapun yang kau senangi.

Semoga kau bisa menikmati belajar, ya, kak. Semoga kau jauh lebih rajin dari sekarang. Semoga kau tidak malas ibadah seperti sekarang. Aku sangat menyesal telah jadi sombong, mengira aku bisa sendirian tanpaNya. Semoga kau bisa lebih berprestasi.
Jangan jadi aku. Yang malas, suka menunda-nunda, meremehkan, tidak berfikir panjang. Kita sudah mengalami banyak kesusahan, aku tau kau bijak. I know you'll make it.

Aku tau, aku percaya kau akan berhasil. Kau akan jadi orang. Kau akan jadi wanita yang cantik, pintar, rajin, dan baik. Kau akan berbuat sesuatu yang besar.
Be someone, kak.

At last, just don't depend on people too much. Kak, kau akan jadi seseorang. Yang seimbang antara sekolah dan karir, terutama rajin ibadah. Kita tau kita butuh Dia kan?

Kak, trust yourself.