Wednesday, June 28, 2017

My Most Wish List Books! Part 3 (terakhir)

Yuyuyuu ini dia part teakhir daftar buku yang paling pingin saya baca. Suuungg...!

91. Randall Munroe : What If
92. George Orwell : Animal Farm
93. William Golding : The Lord of Fireflies
94. Leo Tosloy : Anna Karenina
95. Osamu Dasai : Ningen Shikkaku
96. Gao Xingjian : Gunung Jiwa
97. Sherlock Holmes
98. Agatha Christie
99. Natsume Soseki : Botchan
100. Pramoedya Ananta Noer : Gadis Pantai
101. Max Broox : World War Z
102. Franz Kafka : Metamorphosis
103. Sheil Silverstein : The Giving Tree
104. Steven D. Levitt & Stephen J. Dubner : The Freakonomics.
105. Gonick
106. Curious Case of the Dog and In the Night Time
107. Stephen Covey : First Things First
108. Einstein's Biography
109. Stephen Covey : Principle Centered Leadership
110. Richard Dawkins : Blind Watchmaker
111. Brian Greene : Elegant Universe
112. Trefill : Integrated Science
113. Roger Lewin : Human Evolution
114. Joe Quirk : It's Not You, It's Biology
115. Larry Gonnick : Serial Kartun Peradaban
116. Robert Wright : Moral Animal
117. Robert Wright : Non Zero
118. Jonstein Gaarder : Dunia Sophie
119. AC Grayling
120. The Mind and the Market
121. Jerry Z. Muller : The Mind and the Market
122. Ken Wilber : Sex, Evolution, and Spirituality
123. Vincent Crony : The View From Planet Earth
124. Stephen Covey : 7 Habits of Highly Effective People
125. Ir. Soekarno : Di Balik Bendera Revolusi
126. Emha Ainun Nadjib
127. Agustinus Wibowo

Fuuhh, lelah juga nulis 127 nama penulis dan nama buku ya. Buku-buku diatas memang random dan terdiri dari macam-macam genre sebab saya memperoleh nama-nama diatas dari banyak rekomendasi. Tapi apakah memang hanya 127  itu? Tentu tidak, sesuai quotes yang saya lampirkan di awal, kita terlahir dengan daftar bacaan buku yang tak terhingga. Karena keterbatasan waktu, saya juga banyak membaca di situs online. Membaca dan belajar tak pernah selesai, karena itu...

Mari mulai membaca dari sekarang!

My Most Wish List Books! Part 2

Sung sung ini dia kelanjutannya.

44. Agus Haryo Sudarmojo, Ir : Benarkah Adam Manusia Pertama?
45. Goenawan Muhammad : Catatan Pinggir
46. John Coleman, Dr. : Committee 300
47. Karen Kelly : The Secret of the Secret
48. Michael Crichton : Next (dan buku2nya yang lain)
49. Noam Chomsky : How the World Works
50. Walid bin Said Bahakim : Orang-Orang yang Tak Suka Popularitas
51. William Blum : Demokrasi
52. Yoroshii Haryadi & Azaki Karni : The Untrue Power of Water
53. Sigmund Freud : The Interpretation of Dream
54. Kahlil Given : The Prophet
55. David J. Schwartz : The Magic of Thinking Big
56. Napoleon Hill : Think and Grow Rich
57. Dale Carnegie
58. Norman Vincent Peale
59. Anthony Robbins
60. Stephen R. Covey
61. Joseph Murphy
62. James Allen
63. J. K. Rowling : Sekuel Harry Potter
64. J. R. R. Tolkien : Sekuel The Lord of the Rings
65. George R. R. Martin : Sekuel The Game of Thrones
66. Stephen Hawking : The Brief of Time
67. Richard Dawkins : Selfish Gene
68. Carl Sagan : Cosmos
69. Jared Diamond : Guns, Germs, and Steel
70. Bill Bryson : A Short History of Brief Everything
71. Pramoedya Ananta Noer : Sekuel Bumi Manusia
72. Pramoedya Ananta Noer : Arus Balik
73. Soe Hok Gie : Catatan Seorang Demonstran
74. Y. B. Mangunwijaya : Burung-Burung Manyar
75. Ahmad Tohari : Ronggeng Dukuh Paruk
76. Harper Lee : To Kill a Mockingbird
77. Charles Dickens : A Tale of Two Cities
78. Emily Brontë : Wuthering Heights
79. Antoine de Saint : The Little Prince
80. George Orwell : 1984
81. J. D. Salinger : Catcher in the Rye
82. Fyodor Dostoevsky : Crime and Punishment
83. Oscar Wilde : The Picture of Dorian Gray
84. Charles Dickens : The Great Expectation
85. Nikolai Gogol : The Overcoat
86. John Steinback : of Mice and Men
87. Aldous Huxley : Brave New World
88. Albert Camus : The Plague
89. Kurt Vonnegut : Slaughterhourse
90. Emily Brontë : Jane Eyre

Tuesday, June 27, 2017

My Most Wishlist Books! Part 1

Kita lahir dengan daftar Buku yang takkan selesai

Hola hola. Ada banyak banget buku yang pingin banget saya baca, tentang berbagai hal. Agama Islam, filsafat, politik, konspirasi, psikologi, atau buku2 wisdom-able gitu. Tapi saya bingung mau mulai darimana, makanya, saya mengutip beberapa list buku 'terbaik versi blog tertentu', yang ternyata sangat sangat menarik semua dan bikin saya gak bisa tidur gara2 ngidam bangettt.

Daftar ini akan saya bagi secara acak dan ber-part part (maksudnya gimana ya ;D ) karena rasanya sesak kalau semua saya tulis dalam satu postingan.

Hmmm daripada saya ngoceh Makin lebar. Sung ini dia daftar buku yang paling saya idamkan!

1. Dietmar Rothermund : American the Great Depression
2. Irish Chang : The Rape of Nanking
3. Jhon L. Esposito : Unholy War
4. Kolaborasi : Cinta Tak Pernah Mati
5. Pleidoi Omar Dani : Tuhan, Pergunakan lah Hati, Pikiran, dan Tanganku
6. Robert Matthews : 25 Gagasan Besar (The Science that's​ Changing Our World)
7. Stephen Hawking : The Grand Design
8. Susan Wise Bauer : Sejarah Dunia Kuno
9. Windy Ariestanty : Life Traveler
10. Emile Durkheim : The Elementary Forms of the Religious Life
11. Charles Dickens : A Christmas Carol
12. Ernest Jones : Dunia Freud
13. Friedrich Nietzsche​ : Zarathustra
14. Gilang Pratama : Cuci Otak NII
15. Henry D. Aiken : Abad Ideologi
16. H. P. Blavatsky : The Key to Theosophy
17. Ian F. McNeely & Lisa Wolferton : Para Penjaga Ilmu Dari Alexandria Sampai Internet
18. John Farndon : 50 Gagasan Luar Biasa yang Mengubah Dunia (The World's Greatest Ideas)
19. Muhidin M. Dahlan, Mujib Hermani (ed.) : Pleidoi Sastra : Kontroversi Cerpen Langit Makin Mendung Kipandjikusmin
20. Peter Tompkin & Christopher Bird : Keajaiban Tumbuhan
21. Alexander George : Apa Kata Socrates?
22. Andrew C. Hitchcock : The Synagogue of Satan
23. Henry Makow : Illuminati : The Cult That Hijacked the Word
24. Norman Finkelstein : The Holocaust Industry
25. Ralph Epperson : The New World Order
26. A. Zulvan Kurniawan : Tipuan Bloomberg : Mengungkap Sosok Agen Industri Farmasi Di Balik Filantropi Kampanye Anti Rokok
27. Dawn Brown : Sekuel The Davinci Codes
28. Hyphatia Cneajna : Dracula
29. Malcolm Gladwell : Blink
30. Okta Pinanjaya & Waskito Giri S. : Muslihat Kapitalis Global : Selingkuh Industri Farmasi Dengan Perusahaan Rokok AS
31. Rhonda Byrne : The Secret (dan buku2nya yang lain)
32. Robert Kiyosaki : Rich Dad, Poor Dad
33. Scott Smith : Summer in Hell
34. Gary Allen : the Rockefeller's Files
35. Ita F. Nadia : Suara Perempuan Korban Tragedi '65
36. John Grisham : The Innocent Man
37. John Grisham : A Time to Kill
38. Joost Smiers & Marieke van Schijndel : Dunia Tanpa Hak Cipta
39. Kurniawan (et.al.) : Pengakuan Algojo 1965
40. Richard Dawkins : The God Delusion
41. Rizky Ridyasmara : The Codex
42. Stephany Josephine : The Freaky Tappy
43. Stephen King : Carrie

Friday, June 16, 2017

Tentang Pulang

Merantau. Disini konteksnya merantau kuliah, nyari ilmu, nyari IPK, mengembangkan diri. Keluarga kita udah ngelepas kita jauh, biayain kita kuliah, de el el. Berarti kita seharusnya dapat IPK bagus, supaya gak sia-sia orangtua udah capek-capek biayain kita. Buat apa kita jauh-jauh ngerantau, buang duit orang tua kalau kita gak ngasih hasil yang sesuai orangtua kita inginkan.

Tapi... Bagaiman kalau yang terjadi justru sebaliknya? Bagaimana kalau kita tidak dapat nilai bagus, apakah kita tidak seharusnya pulang? Sebenarnya apa yang seharusnya kita bawa saat pulang?

Pada akhirnya.

Rumah adalah tempat untuk pulang. Rumah hanyalah tempat kau kembali, sejauh apapun kau pergi meninggalkannya. Rumah hanyalah tempat kau pulang, ia tak pernah peduli sebejat atau sebaik apapun ketika kau pergi, sebab rumah hanya tempat kembali. Hanya pulang. Dan sesederahana itu. Rumah selalu menunggu kita kembali.

Bersiap-Siap Taraweeh


Prepare for the worst, hope for the best -anonymous
Ya kali setelah berbuka, tanpa persiapan apa-apa, langsung wudhu dan pergi ke masjid? Tarawih itu cuma sebulan dalam setahun lho, jadi, spesialkan dirimu! Caranya?

1. Bersiwak atau Gosok Gigi
Siwak adalah salah satu sunnah Rasulullah SAW. Sesuai Hadits yang dibawakan oleh Abu
Ayyub ra: “Ada empat hal yang termasuk dari sunnah para Rasul: Memakai minyak wangi, menikah, bersiwak dan malu” (Ahmad dan Tirmidzi). Hadist lain, “Andai saja tidak memberatkan UmmatKu, maka Akan aku perintahkan (wajibkan) memakai Siwak setiap hendak wudhu”.

2.  Pakai mukena atau baju paling bagus.
Ketemu presiden aja rapih-rapihin baju, pake parfum, walah persiapannya pasti rada rempong deh ya kan? Masa' mau ketemu yang punya bumi langit dan seisinya malah make seadanya? Allah menyukai sesuatu yang jamil (indah). Ya kan?

3. Pakai parfum terbaikmu

Asal makenya jangan kebanyakan aja sih, kalo makenya sesuai pasti sebelahmu jadi lebih nyaman dong. Lagian bukannya kalo repot-repot make parfum menunjukkan antusias kita untuk memulai tarawih ini? Untuk menghadap Allah swt?

4. Bawa Al-Qur'an Kecil

Karena seringkali kultum itu ngebosenin, kalau saya sih mendingan tadarusan aja sendiri, daripada ngantuk :3

5. Charge Gadgetsmu

Hah? Mau bawa gadget ke mesjid? Ngapain sih? Fokus ibadah saja, charge hapemu, jadi pulang ke rumah pun bisa main hape dengan aman tanpa lowbat lagi kan.

6. Pakai sendal jepit yang paling jelek.
Kenapa? Tau sendiri deh ahahaha :p

Menjaga Ramadhan Setelah Usai



Ramadhan sudah di penghujung nih L Sudah maksimalkah kita menghidupkan Ramadhan yang belum tentu bisa berjumpa lagi dengan kita tahun depan? Selepas Ramadhan, pastinya kita sedih, dan merindukan Ramadhan lagi. Namun, bagaimana agar satu bulan tadi tidak sia-sia dan bisa kita bawa nilai-nilainya untuk 11 bulan ke depan? Pertanyaan yang seharus kita jawab adalah ”Setelah Ramadlan berlalu, sudahkah kita menunaikan berbagai sebab yang akan mempermudah amalan kita di bulan Ramadlan diterima di sisi-Nya dan sudahkah kita bertekad untuk terus melanjutkan berbagai amalan ibadah yang telah kita galakkan di bulan Ramadlan?
 
1.      Tetap melakukan amalan yang biasa kita lakukan saat Ramadhan
“Diantara balasan bagi amalan kebaikan adalah amalan kebaikan yang ada sesudahnya. Sedangkan hukuman bagi amalan yang buruk adalah amalan buruk yang ada sesudahnya.” (Al Fawaa-id hal. 35)

”Oleh karena itu barangsiapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama. Demikian pula sebaliknya, jika seorang melakukan suatu kebaikan lalu diikuti dengan amalan yang buruk maka hal itu merupakan tanda tertolaknya amal yang pertama.” (Lathaaiful Ma’arif hal. 244).

Melanjutkan berbagai amalan yang telah digalakkan di bulan Ramadlan menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah ta’ala menerima amal seorang hamba, pasti Dia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya.

2.      Mengingat amalan yang telah susah payah kita lakukan pada Ramadhan
Kalau setelah Ramadhan kita tidak punya perubahan lebih baik, patut dipertanyakan, apakah amalan sebulan kemarin benar-benar telah berdampak pada keimanan saya selepas Ramadhan? Apa gunanya saya lelah-lelah kemarin kalau hari ini kembali bodoh dan bermaksiat?

3.      Mencari lingkungan yang kondusif
Dengan lingkungan yang kondusif, maka kita akan terus bersemangat, saling menyemangati dan mengingatkan untuk terus beramal salih.

4.      Berpuasa Sunnah
Puasa sebagai tameng kita dari hawa nafsu. Maka dengan berpuasa lah, kita dapat menjaga diri kita.

Ramadhan maybe leaving, but don't let the lessons and positive changes leave from you!

Wednesday, June 14, 2017

12 Film Rekomendasi Spesial Ramadhan

Masih jam 4 nih, nanggung mau nyari ta'jil. Hmmm, ngapain ya? Pingin nonton film tapi takut gak aman? Nah, berikut sudah ada nih daftar film yang bernafaskan Islami. Disamping bersentuhan langsung dengan agama Islam (meski ya, ada pengecualian), beberapa kriteria yang turut ditetapkan dalam list menentukan film dibawah antara lain mengandung nilai-nilai kebajikan (ehem!), tidak dibumbui adegan yang membangkitkan birahi sampai ke puncak (waduh), serta mempunyai kandungan nutrisi mencukupi bagi otak sehingga kita tidak begitu saja menghempaskannya usai menontonnya melainkan turut diajak buat merenung, berpikir, sampai memunculkan keinginan untuk berbuat baik atau mempelajari agama secara mendalam.
 
1.      La Grand Voyage (Prancis, 2004)
Sesuai namanya, La Grand Voyage adalah film yang berasal dari Perancis. Film ini sejenis road movie, bercerita tentang seorang anak yang terpaksa mengantar ayahnya berhaji dengan perjalanan darat. Selama itu terjadilah perselisihan-perselisihan. Namun seiring perjalanan, hubungan dingin tersebut perlahan mencair, dan sang anak pun belajar banyak hal. Tentang perjalanan, kehidupan, agama Islam, dan ayahnya. Film yang  menghangatkan hati, mencerahkan, dan emosional.

2.      Mencari Hilal (Indonesia, 2015)
Kurang lebih cerita Mencari Hilal mirip dengan La Grand Voyage. Pak Mahmud adalah seorang yang taat dan alim, namun kaku sehingga sering membuat ‘gemas’ orang-orang disekitarnya. Suatu ketika ia merasa terusik ketika mendengar berita miliaran rupiah yang dikeluarkan pemerintah untuk sidang isbat. Pak Mahmud yang merupakan alumnus pesantren tahu benar untuk mencari hilal tak perlu pemborosan sebanyak itu. Hal ini lantas mendorongnya untuk mencari hilal, bersama anaknya, Helmi, yang terpaksa menemani ayahnya. Hubungan keduanya yang tampak asing, namun diam-diam tetap mendambakan kasih sayang ayah anak yang telah menghilang lama... 

Seperti La Grand Voyage pula, film ini bisa jadi membuat sapu tangan kita tanpa sadar basah, dan membuat kita sejenak merenung setelah film ini selesai. Apakah selama ini agama telah menjadi panutan hidup kita, atau sekadar sebagai pelengkap eksistensi dan identitas diri?
Tontonan yang jujur, bersahaja, hangat, indah, dan membuat kita ingin memberi pelukan hangat ke ayah kita. Definitely an instant classic!

3.      Children of Heaven (Iran, 1997)
Children of Heaven adalah film Iran pertama yang berhasil meraih nominasi Oscar, sekaligus film pertama yang memperkenalkan saya ke dunia perfilman Iran yang ternyata sarat akan agama dan nilai dari kehidupan sehari-sehari. Tentang seorang kakak yang berusaha mendapatkan sepatu untuk adiknya.
Plotnya setipis kertas. Namun, jangan pernah meremehkan Majid Majidi yang selalu berhasil membuat cerita sederhana menjadi... Ya, menyentuh, dan istimewa.
4.      Munafik (Malaysia, 2016)
Perfilman Malaysia biasanya sangat sarat dengan agama Islam. Dan Munafik adalah salah satu film horor paling fenomenal dari negeri Jiran ini. Iman Ustaz Imam goyah semenjak kecelakaan yang menimpa istrinya. Dan semenjak itu serentetan kejadian ganjil kerap menghampirinya, termasuk seorang gadis yang kerasukan. Demi memenangkan pertarungannya dengan setan, Imam harus menguatkan kembali imannya, dan mengikhlaskan kepergian istrinya.

Film ini tidak hanya membuat kita tidak nyaman di kursi kita menonton, atau membuat kita bergidik ngeri. Lebih dari itu, film horor ini mendorong kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Satu, sekaligus mempertanyakan sejauh mana keimanan kita kepada Allah Azza wa Jalla.

5.      My Name Is Khan (India, 2010)
Khan adalah seorang pria India muslim yang melakukan perjalanan ke penjuru Amerika untuk menemui Presiden, demi menyampaikan sebuah pesan bahwa umat Muslim bukanlah teroris. Film ini memotret realitas yang terjadi di kalangan minoritas yang mengalami diskriminasi dan rasisme paska peristiwa 11 September.

Film ini akan menguras emosi kita, seraya menyampaikan pesan penting. Bahwa kebencian dan prasangka hanya akan membawa kerusakan, sementara cinta, kebaikan dan toleransi dapat mendatangkan kedamaian.

6.      PK (India, 2014)
Terlepas dari adegan mobil bergoyang (hahaha), film ini tak tanggung tanggung dengan ke-asoy gemboyannya menyinggung isu sosial yang sensitif, berani, lucu namun kristis. Film yang merupakan salah satu penampilan terbaik Amir Khan ini kerap membuat kita bertanya “dimana Tuhan bermukim?”, “mengapa ada banyak sekali agama jika hanya ada satu Tuhan?”, atau “apa ritualitas tertentu betul-betul dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan Tuhan?”. 

Tentu, si pembuat film tidak bermaksud untuk menggoyahkan iman kita. Melainkan justru memberi kita kesempatan berkontemplasi yang boleh jadi bertujuan mengajak penonton mengenali lebih dalam ajaran agama masing-masing.

Terdengar berat? Apakah film ini akan membuat kita mengerutkan kening? Big No! Justru kita akan dibuat gemas, tertawa terpingkal-pingkal, tapi tidak lupa : kontemplasi tentang Ketuhanan kita

7.      Timbuktu (Prancis/Mauritania, 2014)
Kehidupan di Desa Timbuktu awalnya berjalan damai, sampai datang sekelompok ekstrimis yang membawa aturan-aturan yang menyengsarakan warganya dengan membawa nama Islam. Tanpa adegan dramatis, film yang jujur dan sederhana ini berhasil membuat saya menitikkan air mata dan terhenyak sepanjang film, bahkan... Terlalu emosional.

8.      The Songs of Sparrow (Iran, 2008)
Selepas dipecat dari pekerjaannya karena tidak sengaja melepas seekor burung unta dari kandangnya, seorang ayah dari tiga anak dihadapkan pada serentetan persoalan hidup yang rumit, menjengkelkan, sekaligus kocak. Majid Majidi yang menghadiahi kita dengan Children of Heaven (1997), mengemas film dengan pendekatan realistis sehingga mudah bagi penonton untuk terhubung dengan kisahnya. Salah satu komentar sosial yang diangkat oleh The Song of Sparrows adalah bagaimana sebuah kota besar dan gaya hidup modern mampu merubah seseorang secara drastis. Kocak pula menyentil!

9.      The Message (Lebanon/Inggris, 1976)
Memvisualisasikan sejarah Islam ke dalam bahasa gambar, The Message tergolong tontonan penting buat disimak karena tema usungannya amat sangat jarang dikupas. Film ini mencuplik peristiwa-peristiwa penting selama Nabi Muhammad menyebarkan ajaran Islam, termasuk Hijrah ke Madinah, Perang Badar, dan Perang Uhud, menggunakan sudut pandang penceritaan dari Paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib, lalu sahabat-sahabat Nabi yang lain seperti Bilal dan Zaid, serta pemimpin utama Bani Quraisy yang mula-mula menentang Nabi namun belakangan memeluk Islam, Abu Sufyan.

10.  Wadjda (Arab Saudi, 2012)
Wadjda bercerita tentang seorang perempuan berusia 11 tahun yang ‘bandel’ dan ingin memiliki sepeda. Namun mengingat mengendarai sepeda bagi wanita adalah ilegal, Wadjda tidak pantang menyerah meraih impiannya.

Film Arab pertama yang dibuat oleh sutradara perempuan ini memberikan kita kesempatan untuk menilik budaya Arab dan kehidupan wanita dibalik ‘ketertutupan’ mereka. Wadjda adalah sebuah sajian menarik, menggelitik, serta membuka pikiran.

11.  Perempuan Berkalung Sorban (Indonesia, 2009)
Bercerita tentang Anisa, seorang perempuan yang ingin menerobos hal-hal diluar tradisi konservatif di pondok pesantrennya. Perempuan Berkalung Sorban termasuk sedikit diantara banyak film yang berani mengkritik keboborokan pendidikan Islam di zaman sekarang.

12.  A Separation (Iran, 2011)
A Separation bercerita tentang suami istri yang hendak bercerai. Film Iran yang satu ini memang bukan film agama, tapi konten di dalamnya banyak menyinggung tentang agama, walaupun tidak menjadikannya materi pokok. Lihat saja betapa taatnya sang pembantu seperti yang digambarkan di dalam film.

Selamat menonton!

Tuesday, June 13, 2017

Pantaskah Ramadhan Untukku?


Pantaskah Allah melimpahkan kasih sayangnya padaku, yang tak pernah mau mendekatkan diri kepadaNya? Pantaskah aku beribadah dan berdoa kepadaNya, padahal aku sering melupakan dia dan tidak menjaga Nya?

Pantaskah ramadhan untukku? Padahal Ramadhan yang dulu –dulu tak pernah sungguh-sungguh kuhidupkan.

Pantaskah Ramadhan untukku, yang sampai saat ini menjadikan Ramadhan hanya sebagai momentum agar aku bisa unjuk diri, membanggakan diriku sebagai muslim yang sedang diistimewakan lewat bulan Ramadhan ini, yang mendapatkan privilese dihormati, karena aku sedang berpuasa?

Ya Allah, sesungguhnya aku malu berjumpa dengan Ramadhan. Tidakkah ia mempertanyakan sekali saja, kenapa aku tak pernah benar-benar mendekap ramadhan dan menghidupkannya, hanya menjadikannya sebagai tradisi untuk berpuasa dan memperbanyak ibadah, sebab ini bulan puasa?

Ya Allah, apa yang sesungguhnya aku rindukan dari Ramadhan? Tidakkah aku merindukan Ramadhan karena keberkahanMu dan rasa tentram yang tak dapat dijelaskan? Tidakkah aku merindukan Ramadhan karena mengharapkan pintu Syurga yang kataMu dibuka selebar-lebarnya pada bulan ini?

Atau justru yang kurindukan hanya lah tradisi dan suasana nya, yang berupa banyaknya orang berjualan ta’jil di pinggir jalan, anak-anak kecil yang menabuh gendang membangunkan orang untuk sahur, diskon di pasar dan konten nan islami dimana-mana?

Pantas kah aku berjumpa dengan Ramadhan, sedangkan aku masih tenggelam dalam kesibukan duniawiku, yang kucari-cari alasan supaya kesibukanku ini dapat dimaklumi, bahwa aku sibuk untuk mencari rezeki, aku sibuk dengan ujian sekolah, padahal sebenarnya itu hanya alasan supaya aku tidak perlu beribadah lagi?

Ya Allah, sesungguhnya aku memasuki Ramadhan saat ini masih diselimuti dengan rasa malu. Masih pantaskah aku mendapatkan segala kemurahan dan kasih sayang Mu? Ya Allah, aku menyelami Ramadhan Mu dengan diri penuh dosa dan kelemahan yang teramat nyata.

Engkau selalu mengundang siapapun yang ingin mencari diri dan Tuhannya, menggapai kemuliaan Ramadhan dari Mu. Engkau mengundang setiap jiwa yang tenang dan yang mau menenangkan diri agar masuk ke dalam barisan shaf penuh khidmat untuk memohon kepadamu.

Engkau memberi kesempatan kepada siapa saja, untuk mengenal diri, untuk sejenak jeda dari 11 bulan manusia sibuk dengan duniawinya, untuk satu bulan saja mendedikasikan dirinya hanya kepadaMu. Untuk lebih bertakwa. Engkau memberi janji yang menggugah, kasih sayang, rahmat dan berkah kepada siapa saja, sehina apapun dia, dia akan tetap kau beri kesempatan.

Tapi aku menjauhiMu karena malu.

Aku malu karena aku dengan sadar berbuat dosa, ya Allah.

Dan setelah aku jauh, 

Masih pantaskah kuraih kesempatan itu?

Ya Allah.

Apakah Ramadhan tidak mempermasalahkan apapun yang pernah kulakukan?

10 Buku Rekomendasi Spesial Ramadhan!

yang mengherankan dari buku terkenal ialah... ia jarang dikenal @noffret

Buku adalah jendela dunia, dan membaca selain menambah ilmu juga punya baaanyak sekali manfaat. Dengan membaca maka wawasan retorika kita akan bertambah ; kita jadi terbiasa untuk ‘berproses’, menyerap setiap kata demi mendapatkan informasi ; dengan membaca kita akan terbiasa bertabayyun terhadap informasi baru, ya, dengan membaca. Dan masih baaanyak manfaat lainnya.

Berikut rekomendasi buku spesial Ramadhan versi saya.

1.      Tasaro GK : Tetralogi Muhammad
Pernah membaca sirah dalam bentuk novel? Well, membuat biografi Nabi SAW ke bentuk novel memang langkah yang sangat berani dan penuh resiko. Sebab untuk memastikan setiap perasaan bahkan ucapan yang ada di setiap kejadian dan setiap tokoh tentu perlu ketelitian, riset dan kepekaan yang luar biasa tinggi.

Namun Tasaro GK berhasil mengatasinya dengan baik sekali. Sehingga tetralogi Muhammad sangat berbeda dengan biografi-biografi lain. Tidak sekadar tahun, atau siapa yang berbuat begini dan begitu, atau sekadar nama tempat. Jauh lebih dari itu, tetralogi Muhammad mampu membuat kita tersentuh. Permainan diksi nan puitis dan apa adanya berhasil membuat kita dengan mudah mengimajinasikan kejadian di dalam novel tersebut, dan membuat saya berkali-kali terbayangkan film The Message yang fenomenal itu.

An instant classic!

2.      Salim A Fillah : Dalam Dekapan Ukhuwwah
Inti buku ini ialah sesuai judulnya, ukhuwwah. Masalah apa saja yang dapat terjadi dalam ukhuwwah, bagaimana menghidupkan ukhuwwah, dan lain-lain. Namun juga sarat akan wisdom  dan pengetahuan Islam yang seluas alam. Buku ini berisi cerita-cerita inspiratif, puisi yang menyentuh, dan penelitian dari buku-buku mentor ternama seperti Jhon C Maxwell, Stephen Covey, Yvonne Oswald, dan lain-lain.

Sulit bagi saya menentukan bab mana yang paling saya sukai, sebab setiap bab memiliki penekanan yang berbeda. Di setiap akhir bab, saya kian menutup buku sejenak, dan merenungkan sejauh mana diri ini mampu mendekap ukhuwwah, dan lebih jauh, sejauh mana saya telah mengamalkan Islam tidak hanya sebagai pemenuh eksistensi jati diri, tapi sebagai wisdom dan penunjuk yang saya dekap di kehidupan sehari-hari.

Dalam Dekapan Ukhuwwah adalah hadiah, surat cinta paling hangat yang disajikan Salim A Fillah dibanding buku-bukunya yang lain.

3.      Abbas As-Siisy : Bagaimana Menyentuh Hati
“Jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh, bila ia buruk maka buruklah seluruh tubuh,” demikian sabda Rasulullah Saw. mengenai hati. Dakwah sesungguhnya berorientasi mengubah arah kehidupan umat manusia; dari kebatilan menuju kebenaran, dari kegelapan menuju cahaya, dari kerancuan menuju kejelasan. Semua itu bermula dari hati. Dalam Buku ini, Syaikh Abbas As-Siisiy, seorang dai yang berpengalaman, memberikan berbagai uraian tentang dakwah, dengan mengangkat kisah para Sahabat bersama Rasulullah SAW, para sahabat, hingga kisah pengalamannya dalam berinteraksi dengan medan dakwah, baik yang dialami sendiri maupun yang disaksikannya. Dari kisah-kisah nyata itulah beliau mengambil beberapa hikmah dan pelajaran yang sangat bermanfaat bagi kita semua, para penyeru dakwah.

Seorang da’i perlu belajar merendah diri. Dakwah bukan medan menunjuk-nunjuk kelebihan atau kehebatan diri. Dakwah ialah sebuah proses membimbing dan menyatukan hati-hati kembali kepada Allah.
Buku ini mengungkapkan bahwa hanya dengan hal-hal ‘sepele’ yang terkadang sering terlupa, sebenarnya kita dapat menyentuh hati orang lain.. Buku ini juga menyadarkan bahwa hati hanya dapat ‘disentuh’ oleh hati.

4.      Sayyid Qutb : Ma’alim Fi Thariq
Buku ini merupakan karya terakhir beliau yang ditulis dalam tahanan pada tahun 1964. Buku ini pula yang mengantarkan sang penulis meraih kesyahidan di tiang gantungan rezim zalim penguasa Mesir Gamal Abdul Nasser. Beliau dihukum mati dengan hukuman gantung  pada tanggal 29 Agustus 1966. Dalam buku ini beliau mengemukakan gagasan tentang perlunya revolusi total, bukan semata-mata pada sikap individu, namun juga pada struktur negara. Buku ini pula yang dijadikan bukti utama dalam sidang yang menuduhnya bersekongkol hendak menumbangkan rezim diktator Mesir, Gamal Abdul Nasser.

Sebuah bacaan yang menggetarkan hati, menambah wawasan yang sangat luas tentang politik islam, dan bagaimana buku ini menyadarkan kita bahwa beragama Islam tidak sekadar beretorika, tapi juga pergerakan.

Outstanding!

5.      Walid bin Wahid Sadikin : Orang-Orang yang Tak Suka Popularitas
Popularitas telah menjadi berhala akhir-akhir ini. Semua orang ingin dikenal. Jangankan yang bersifat duniawi, bahkan yang bersifat ukhrawi pun dipamerkan. Jangankan yang bersifat jasmani, bahkan yang bersifat rohani pun dipamerkan.

Kita hidup di zaman ketika segala hal, dari yang remeh temeh sekali pun menjadi ajang untuk pamer dan unjuk diri. Kita hidup di zaman dimana kebajikan menjadi bahan untuk membentuk imej, bukan lagi semata penghambaan.

Di tengah hirup pikuk masyarakat yang berisik, selalu ada malaikat yang hening. Orang-orang yang diam dalam sunyi, yang menjalani hidup tanpa hasrat terkenal, yang menjauhkan diri dari pujian dan pemujaan, yang senantiasa bersyukur karena tak dibelenggu popularitas. Mereka lah kaum Ahfiya’, orang-orang yang merahasiakan diri, tidak ingin dikenali, tidak ingin unjuk diri, karena hidup mereka tidak membutuhkan apapun selain sunyi.

Buku yang merupakan terjemahan kitab Al-Akhfiya’ : Al-Manhaj was-Suluk, adalah buku kecil serupa oase di padang pasir. Siapa pun yang terlalu sibuk unjuk diri, mungkin perlu membaca buku ini. Untuk jeda sejenak, untuk mengenali diri...

6.      Goenawan Mohammad : Catatan Pinggir
Goenawan Mohammad adalah salah satu orang di negeri ini yang paling saya kagumi. Beliau telah menulis jauh sebelum saya lahir, dan masih sampai sekarang.

Catatan pinggir merupakan sekumpulan esay yang rutin ditulis Goenawan Mohammad di majalah Tempo juga di blog pribadinya. Buku ini telah memiliki 10 jilid, dan rata-rata di setiap jilidnya terdapat 100-200 catatan. Catatan Pinggir sendiri membahas A sampai Z, 1 sampai tak hingga, dari Bisma sampai Zarathustra, Bung Karno sampai Che Guevera, Abu Nawas sampai Herr Keuner, Chairil Anwar sampai Alvin Toffler, John Maynard Keynes sampai John Kenneth Galbraith, Pram sampai Nietzsche, dari Abisalom sampai... Oh well.

Tulisan Goenawan Mohammad khas dengan bahasa yang kalem, dingin, datar, namun dalam, dan sulit dipahami haha. Saya pribadi sering kesulitan memahami Caping walau sudah membacanya di tempat sepi dan di pojokan, bahkan sekali pun telah membacanya berkali-kali. Tapi  membaca Caping such a addicting.

Catatan Pinggir memang bukan buku Islami atau buku tentang agama, tapi sungguh mengasyikkan menyelami wawasan dia yang sangat... sangat luas.

7.      Agustinus Wibowo : Garis Batas
Garis Batas juga bukan buku Islami atau buku tentang agama. Garis Batas berisi perjalanan Agustinus Wibowo berada di negeri-negeri Asia Tengah yang misterius seperti Afghanistan, Tajikistan, Kirgizstan, Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan, yang di dalamnya terkandung banyak filosofi, agama, budaya, dan realitas yang tak tersentuh.

Garis batas geografis terkadang ditandai oleh sungai, pegunungan, jalan atau tonggak-tonggak yang terpancang antar dua wilayah negara yang berbeda. Saat kita melewati garis tersebut, banyak hal yang akan berubah. Dari negara yang berubah, maka bahasa, mata uang, agama, adat istiadat, budaya dan sebagainya pun berubah. Perubahan itu terkadang tipis tak terlihat hingga lebar tak terhingga.

Selimut Debu, Garis Batas, dan (yang paling membuat saya baper) Titik Nol adalah buku perjalanan yang traveller ini lakukan di negeri-negeri yang tidak biasa, yang justru dihindari traveller kebanyakan. Buku-buku Agus tidak hanya tentang nama negara, keunikan dan ikon di dalamnya, tapi wisdom, esensi dan filosofi dari setiap perjalanan yang dia lakukan.

Salah satu buku travel terbaik yang pernah ada!

8.      Maulana Muhammad Zakaria : Fadhail A’mal
Bisa dibilang,  Fadhail A'mal salah satu buku yang paling mengubah hidup saya selain Orang-Orang yang Tak Suka Popularitas. Buku ini terbagi jadi 5 bab. Tentang keutamaan para sahabat, keutamaan shalat, keutamaan berpuasa, keutamaan membaca Al-Qur'an, dan keutamaan berdzikir. Berisi sekumpulan ayat Al-Qur’an, hadist, kisah sahabat dan alim ulama, bahkan juga ada kutipan dari kitab Taurat.

Bagian tentang keutamaan para sahabat yang paling membuat saya menangis tersentuh, atau menangis karena malu pada diri saya sendiri, karena tidak setabah para sahabat Rasulullah seperti yang diceritakan di buku ini.
Bagi saya buku ini sulit diselesaikan dengan cepat, sebab setiap kali saya selesai membaca satu halaman, saya kerap termenung dan mempertanyakan keislaman dan keimanan saya. This book is beyond the words!

9.      Emha Ainun Nadjib : Sililit Sang Kiai
Ini adalah buku terbaik Cak Nun yang pernah saya baca. Gugatannya yg cerdas, liar, berani, dan asoy gemboy menjadikan Emha sebagai seorang tokoh Islam yang paling menggemaskan.

Sililit Sang Kiai menyentil realitas sosial yang dekat dengan kita, hal-hal sepele yang kerap kita lupakan namun berdampak besar. Lugas, lucu namun menohok, khas Cak Nun. Mungkin buku yang sangklek ini sulit diterima bagi mereka yang berlum terbiasa membaca tulis Cak Nun, tapi pada akhirnya, tanpa sadar atau tidak, kita akan sampai pada titik kita mengucapkan ini : “Benar juga”

10.  Gilang Pratama : Cuci Otak NII
Gilang Pratama adalah salah satu korban perekrutan NII yang mengangankan membangun negara Islam di Indonesia. Setelah bertahun-tahun bergabung dengan organisasi itu –sehingga tahu seluk beluk seutuhya- Gilang Pratama akhirnya menyadara bahwa NII tidak lebih dari sekadar organisasi mafia pencuci otak yang hanya menginginkan uang dan keuntungan para anggotanya.

Buku ini tidak hanya memaparkan perjalanan penulisnya dalam organisasi NII, tetapi juga memaparkan bagaimana liciknya NII memutar balikkan ajaran-ajaran agama demi kebutuhan dan keuntungannya sendiri.

Yap! Mungkin sebagian judul diatas terdengar asing. Tapi justru buku yang bagus tidak terkenal, karena dalam pembuatannya tidak terpengaruh embel-embel komersial, atau pun pemenuhan pasar. Sebagian memang berat, sebagian juga buku ringan. Tidak ada yang salah membaca buku apa pun. Membaca buku berat bukan berarti lebih pintar, atau sebaliknya. Sebab, pengetahuan apapun yang digunakan dengan baik akan menjadi wisdom, kebijaksanaan, kemampuan yang hanya dimiliki manusia untuk membedakan baik buruk dan benar salah.