Monday, July 17, 2017

Buku Dewasa & Buku dengan Konten Dewasa

Hasil gambar untuk tiger on my bed

Buku dewasa, adalah buku yang isinya lebih berat daripada buku teenlit (atau buku remaja). Buku dewasa biasanya sarat akan pesan dan plot yang kompleks.

Berbeda dengan buku berkonten dewasa. Persetan dengan pesan, plot, atau cerita apa pun. Konten dewasa, alias konten yang tidak baik dikonsumsi mereka yang di bawah 18 tahun, maka akan punya label buku dewasa. Contohnya? Kekerasan, sadis, kontroversi, atau yang paling mudah membedakan buku dewasa dengan buku berkonten dewasa adalah sex content.

Maka, tak jarang kalau ternyata, buku-buku teenlit seperti misalnya karya Tere Liye, Salim A. Fillah, Felix Siauw, de el el lebih pantas disebut buku dewasa dikarenakan materi yang mendewasakan, tapi karena tidak ada konten kekerasan, vulgaritas, kontroversi, de el el, maka tidak disebut buku dewasa.

Oiya anyway. Thanks to om Christian Simamora, yang secara tidak langsung (atau langsung?) telah mengajarkan saya untuk membedakan mana novel porno dan mana novel vulgar.

Novel porno, bodo amat apa pun ceritanya, selama ada adegan seks yang blak-blakan, maka dia porno.

Novel vulgar, lebih menjadikan (contohnya materi seks) sebagian bagian dari cerita, alih-alih pelengkap cerita. Tidak paham maksud saya? Check out novel The Fifty Shades of Grey. Well iya sih emang pornografinya kuat banget, tapi materi seks di dalamnya adalah bagian dari cerita. Novel ini bercerita tentang kejiwaan dan seks.

The Game of Thrones? Apakah porno? Hmmm menurut saya sih nggak, tapi vulgar iya.

Dan yang bikin saya sedih, novel dengan label dewasa, yang menjual pornografi itu bebas banget terjual dimana-mana (i've gave one name, haha). Dan ternyata ada orang-orang yang membeli buku label dewasa itu, katanya supaya bisa lebih dewasa.

Dan pertanyaan nya...

Kenapa novel porno itu laku dan punya rating bagus dimana-mana, padahal ceritanya lebih tidak dewasa daripada novel yang tidak berlabel dewasa?

No comments:

Post a Comment