Wednesday, July 5, 2017

I'm Not Pretty, or Even Attractive

Gue gak cantik. Muka gue kayak orang capek. Kayak orang ngantuk. Kering. Mataku mata panda, berkerut. Mukaku pucat, kuning, kusam. Di mataku ada bintik-bintik

Aku udah usaha sih supaya lebih cantik.

Aku beli bahan-bahan kecantikan, make perawatan ini itu.

Tapi mahal, terus ujung-ujungnya sering gak cocok.

Aku coba dandan.
Pake lipstik, pake pashmina yang jilbabnya di aneh-anehin, pake high hills, atau lain-lain dah. Tapi ujung-ujungnya, kalo aku dandan, minimal pake lipstik, suka gak pas, suka menor.
Aku coba pakai dandan n pake baju cantik-cantik lah. Tapi aku orangnya gak rapih. Gak bisa rapih. Jilbab suka gak rapih.

FUH!

Aku gak kayak adek atau abangku yang cantik, yang ganteng. Yang ngasal milih baju aja udah bagus. Menarik.

Dandananku literally selalu kayak mak-mak.

Kalo saya ngeliat video cara saya jalan atau ngeliat bahasa tubuh saya, atau denger suara saya ngomong, suka jiji sendiri. Kalau ngomong gak bisa pelan dan lembut. Saya nggak anggun, memalukan, menyedihkan.

Hah.

Kadang, sering lah. Iri gitu sama cewek-cewek lain yang selalu tampil menarik, gaya, modis, rapih, cantik, anggun, de el el. Aku juga pengen tampil menarik, minimal gak selengekan lah. Aku pengen juga gitu kalo di foto bisa gaya.

Ya bukan maksudnya pengen diliat sama cowok-cowok atau pengen ditaksir cowok, nggak juga.

Minimal gak memalukan dipandang.

Tapi ternyata...

Semakin saya memaksakan diri untuk lebih cantik, justru saya merasa semakin kehilangan diri saya, gitu. Semakin gak apa adanya, semakin lebih mementingkan appearance daripada isi. Saya jadi lebih banyak menghabiskan waktu untuk memantapkan fisik daripada isi. Saya jadi lebih sibuk melihat katalog make up dan fashion daripada katalog buku dan film.

Yang paling parah, ternyata diam-diam semakin membenci diri saya yang apa adanya.

Akhirnya berkontemplasi lah saya. Saya mengingat-ngingat kembali apa saja yang sudah saya punya, alias pemberian-pemberian yang Allah berikan kepada saya. Saya lupa kalo sebenernya saya itu gak jelek-jelek amat gitu. Saya lupa sama laki-laki yang sangat amat mencintai saya saat ini (dan saya cintai pula). Saya lupa bahwa ada banyak orang yang fisiknya jauh lebih 'tidak biasa-biasa' saja di bawah saya. Saya lupa, bahwa, gigi depan spasi, ada banyak bintik hitam di wajah, lingkaran hitam di bawah mata, pendek, tinggi, tomboy, feminim itu sebenernya tidak mempengaruhi penilaian orang terhadap kita. Hal-hal 'kecil' tadi sebenarnya tidak mempengaruhi orang yang jatuh cinta dan menyayangi kita.

Saya lupa bahwa, akan tetap ada orang yang jatuh cinta padamu, yang akan tetap menyayangimu dan ingin menjadi temanmu walau bagaimana pun. Walau pun kamu bau, berantakan, bandel, jelek, de el el,

Saya lupa bahwa orang-orang yang menyukaimu di saat-saat jelekmu itu adalah orang-orang yang lebih terpilih, lebih tidak sembarangan.

Dandan bukan masalah sama sekali, selama dandan itu masih wajar, sesuai umur dan situasi. Dandan itu sama sekali bukan masalah selama tidak berdandan tidak membuatmu merasa nista, jelek, dan memalukan. Ingin good-looking itu tidak masalah, selama kita tidak membuang-buang waktu hanya untuk memastikan looking kita good.

Betul kata orang. Yang terpenting itu cantik dari dalam, dari hati.

Yasudah, tidak masalah kalau kita tidak anggun, gak bisa ngomong lemah lembut, bawaannya selengekan, tomboy, berantakan, de el el. Well, that's you! And that what makes you to be you! Accept your self, forgive yourself. Percaya lah, kita selalu punya kelebihan lain yang bisa menutupi kekurangan kita.

Intinya kecantikan itu relatif, tidak ada standar cantik, dan cantik itu bukan hanya soal apa yang nampak.

And the last thing i want you to remember is put a smile on and wear confident on your face. Because you're awesome and don't let anyone tell you otherwise!

xoxo

No comments:

Post a Comment