Thursday, July 13, 2017

Yang Katanya Bukan Urusan Kita // Things that (shouldn't be) Matter

Orang tua berkewajiban menafkahi kita. Beberapa kebutuhan (finansial) kita, misalnya akademik, kesehatan, dan sehari-hari itu memang wajar kalo kita minta duit sama orangtua, ya karena memang itu kewajiban mereka.

Guru kimia kelas 12 saya selalu mengatakan, jangan mikirin berapa duit orangtua, dari mana mereka dapat duit, yang penting tunaikan kewajibanmu kepadanya dengan belajar tekun.

Dulu waktu masih kelas 12, saya sering cerita-cerita dengan sahabat-sahabat saya. Dan salah seorang dari mereka waktu itu bimbang. Dia pengen ikut les intensif SBMPTN. Jadi lesnya itu juga ada akomodasi berupa hotel sama pangan, jadi ya mahal lah, berapa puluh juta gitu. Orang tua dia dukung-dukung saja, seolah uangnya udah tersedia (bapaknya dokter umum, ibunya guru). Tapi dia nya yang galau, ya karena mahal itu. Kami gak pernah tau sih persisnya sekecukupan apa orang tuanya, sehingga dia itu seringan apa dalam mengeluarkan uang. But still, namanya anak ya. -Endingnya sih dia tetep ikutan les itu-.

Waktu kelas 9, dari sekolah ada yang namanya pemantapan. Tiap bulan bayar 100ribu. Waktu wali kelas ngingetin kami buat bayar uang pemantapan, saya denger temen sebangku saya nyeletuk gini "aduh kasian bapakku, uang tabunganku tinggal dikit lagi" (btw yang bagian uang tabungan itu saya kurang inget pastinya gimana ucapannya, pokoknya intinya gitu). Saya pingin ngebantu, tapi saya juga ga punya uang.

Sebenernya dia berhak sih minta duit ke bapaknya, tapi dia gak tega. Penghasilan bapaknya sebagai tukang ojek mana lah gampang buat ngeluarin cepek.

Seorang anak berhak minta duit ke orangtua nya untuk hal-hal seperti ini. Dan penghasilan orangtua shouldn't be matter. It's none of our business. But... Can we really ignore it?

Semua itu pilihan kita, terserah kita mau minta sama ortu apa nggak. Iya, terserah.

Tapi.

Semua ini, pada akhirnya, balik lagi ke nurani kita masing-masing, sebagai anak yang menyayangi orangtua nya, bukan sebagai anak yang butuh kewajiban dari orangtua nya.

No comments:

Post a Comment